Kategori: Karya

  • Pelindung Diriku?

    Pelindung Diriku?

    Saat hari t’lah kehilangan mentari Seorang gadis tak lagi menari Pancaran cahaya terakhir mentari Membuatnya melihat gadis lain menari Jiwanya t’lah lama mati Namun berusaha bangkit kembali Sulit untuk berlari dan menari Namun, setidaknya ia mampu tuk berdiri   Gulita telah menyelimuti Namun, jiwanya masih mencari mentari Tersenyum bagai lahir kembali Dengan pelindung yang t’lah…

    Lanjutkan Membaca

  • Nestapaku

    Nestapaku

    Dimana keberadaanmu wahai niskala Sembunyi tanpa jejak suara Esoknya kupikir rasa itu hilang Tapi justru hatiku semakin melayang-layang   Kutatap cemara saling merangkul Menertawai diriku dalam kurungan sendu Wahai derkuku, maukah kau memapahku? Langkahku tertatih, memikul denyut buntu di hatiku   Biarkan terasa sakit, biarkan semakin membiru Sudah mendayu, tak tahu malu Jenggala membisikku, langkahku…

    Lanjutkan Membaca

  • Musim Panas, Bukit Hattelmala, dan Cerita Kita

    Musim Panas, Bukit Hattelmala, dan Cerita Kita

    Karya : Sabina Lintang Kumala Finlandia, awal musim panas 2015 Ini melegakan, musim kemarau datang. Setelah melewati musim dingin yang panjang dan gelap, akhirnya Finlandia bisa merasakan lagi lembutnya sinar mentari yang hangat menyentuh kulit. Selama kurang lebih dua bulan belakangan ini, bulan dan bintanglah yang selalu menemani hari-hari biasa penduduk di sini. Tak lupa…

    Lanjutkan Membaca

  • History Fest: Menengok Kisah di Balik Bangunan Kolonial Melalui Lensa Fotografi
    , ,

    History Fest: Menengok Kisah di Balik Bangunan Kolonial Melalui Lensa Fotografi

    Program Studi Sejarah Universitas Sanata Dharma menyelenggarakan pameran fotografi di Galeri Gejayan, Lobby Perpustakaan Universitas Sanata Dharma, pada tanggal 9–15 September 2023. Pameran ini diselenggarakan dalam rangka memublikasikan hasil fotografi dari peserta lomba fotografi History Fest sekaligus menjadi bagian dari rangkaian acara tersebut. Acara ini dilaksanakan oleh HMPS Sejarah sebagai panitia acara dan diikuti oleh…

    Lanjutkan Membaca

  • Asmaraloka

    Asmaraloka

    Cerita dengan tiga tokoh Manusia, semesta, dan pencipta Mereka terikat oleh asmara  Yang dicari sebagai penawar nestapa Karena terlena dengan nafsu dunia  Ah asmara  Bukankah kamu candu Mereka selalu haus akan artimu  Kata dasarmu saja  Masih membingungkan untuk mereka  Memang betul Artimu sulit dibuka  Namun akan aku uraikan dengan singkat Menilik dari pemeran cerita ini…

    Lanjutkan Membaca

  • Pulang

    Pulang

    Tak semua bisa menjadi tempat pulang Ruang kecil yang seolah menjadi sebuah keharmonisan Kenyamanan seharusnya menjadi ketentraman Namun seakan terasingkan Seperti dua insan yang tak saling sapa Ruang kecil yang menjadi tempat bersandar Namun ternyata hanya sebuah bayangan Atap yang kokoh, berdebu, menyimpan beribu kenangan Hanya harapan yang terpendam Langit terang menjadi gelap, raut ini…

    Lanjutkan Membaca

  • Bukan Luka, Namun Kita

    Bukan Luka, Namun Kita

    Pagi ini seperti telah menjawab semua Selama kita telah bersama aku pernah bertanya bagaimana akhir dari semua  Hingga kutemukan, inilah jawabannya. Tidak ada luka diantara kita Entah apa maksud Tuhan atas kita Syair puisi yang kau baca, dibawah langit senja kita tertawa  Tanpa pernah melihat apa yang berbeda Sebuah dinding perbatasan yang tinggi menjulang  Tak…

    Lanjutkan Membaca

  • Afterthought: Masa Lalu Menjadi Perbandingan Terbaik Sebagai Alat Refeleksi Diri
    ,

    Afterthought: Masa Lalu Menjadi Perbandingan Terbaik Sebagai Alat Refeleksi Diri

    Merenung belakangan ini kerap terbalut dengan kesan negatif. Orang-orang terlalu banyak memikirkan hal-hal yang belum terjadi atau tidak ada. Mengandaikan semua itu akan terjadi. Pada akhirnya, merugikan diri sendiri yang berdampak pada kondisi pikiran diri. Hal ini dikenal  dengan istilah overthinking di kalangan anak muda. Memikirkan sesuatu yang belum terjadi atau tidak ada secara berlebihan.…

    Lanjutkan Membaca

  • Sesuatu yang Tersembunyi dalam Badai
    ,

    Sesuatu yang Tersembunyi dalam Badai

    Pada tanggal 6 hingga 14 Mei 2023, Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta berkolaborasi dengan Universitas Sanata Dharma Yogyakarta menggelar sebuah pameran kelompok bertajuk “Melamun di Tepian”. Dalam pameran tersebut terdapat 20 pelukis yang terlibat. Salah satunya, pelukis yang memiliki nama pena Morris Hork berusia 21 tahun. Ia merupakan seorang mahasiswa semester 2 di Institut Seni…

    Lanjutkan Membaca

  • Melamun di Tepian: Prespektif “Melamun” dari seorang Pelukis
    ,

    Melamun di Tepian: Prespektif “Melamun” dari seorang Pelukis

    Oleh: Ni Komang Putri Sawitri Ratna Duhita Melamun di Tepian, sebuah pameran karya seni oleh beberapa mahasiswa ISI Yogyakarta berlangsung pada tanggal 6 Mei – 14 Mei 2023 yang bertempat di Galeri Gejayan atau tepatnya Gedung Perpustakaan Universitas Sanata Dharma. Pameran ini menampilkan beberapa karya lukis bertemakan “Melamun” dengan berbagai macam bentuk, warna, serta keunikan…

    Lanjutkan Membaca