Tag: fakultas sastra

  • Dua Lift, Tapi Hanya Satu yang Bisa Diandalkan

    Dua Lift, Tapi Hanya Satu yang Bisa Diandalkan

    Aku seorang mahasiswa yang belakangan ini jadi terbiasa mengecek terlebih dahulu sebelum berangkat kuliah, bukan mengecek jadwal kelas, melainkan mengecek apakah lift Gedung Sastra (Gedsas) sedang berfungsi atau tidak.  Melalui tulisan ini, aku ingin menyampaikan keluh kesah yang sepertinya sudah cukup lama dirasakan banyak mahasiswa, yaitu soal lift gedsas yang sering kali mati sebelah. Gedung…

    Lanjutkan Membaca

  • Kamar Mandi Setelah Senja, Saksi Bisu yang Mendebarkan Seorang Mahasiswa

    Kamar Mandi Setelah Senja, Saksi Bisu yang Mendebarkan Seorang Mahasiswa

    Cerita ini berangkat dari mahasiswa baru angkatan ‘25 di salah satu prodi kampus swasta yang cukup terkenal di Yogyakarta, sebut saja namanya Melati. Hal ini terjadi pada saat Melati sedang mengikuti inisasi prodi (insipro) yang mewajibkan mahasiswanya untuk menginap di kampus.  Insipro di jurusan Melati ini terbagi menjadi beberapa tahap dan acara, salah satunya adalah…

    Lanjutkan Membaca

  • K-Movie Once We Were Us: Benarkah Cinta dan Cita Tak Bisa Berjalan Beriringan?
    ,

    K-Movie Once We Were Us: Benarkah Cinta dan Cita Tak Bisa Berjalan Beriringan?

    Bagi pencinta film romantis yang terbiasa dengan akhir bahagia (happy ending), menonton film Once We Were Us mungkin akan terasa menyesakkan. Film yang disutradarai Kim Do Young ini memberikan pesan mendalam lewat naskah kuat yang ditulis oleh Yeum Moon Keung dan Kim Ha Na.  Film ini berhasil mengajak penonton hanyut dalam cerita hubungan yang kompleks…

    Lanjutkan Membaca

  • Satu Galon untuk Empat Lantai, Adil atau Cuma Asal Ada?

    Satu Galon untuk Empat Lantai, Adil atau Cuma Asal Ada?

    Halo, aku seorang mahasiswa dari salah satu fakultas kampus swasta yang cukup terkenal di Yogyakarta, namanya Fakultas Sastra. Aku seorang mahasiswa yang setiap hari naik turun lantai entah memakai tangga atau lift demi satu hal sederhana: minum air putih.  Melalui tulisan ini, aku ingin menyuarakan keluh kesah yang mungkin juga dirasakan teman-teman di fakultas, yaitu…

    Lanjutkan Membaca

  • Mood Berantakan? Coba Lakukan 4 Hal Ini

    Mood Berantakan? Coba Lakukan 4 Hal Ini

    Kadang mood bisa tiba-tiba berantakan tanpa alasan yang jelas. Bawaannya jadi malas melakukan apa pun, malas ngobrol, bahkan hal kecil pun terasa mengganggu. Disaat seperti itu, biasanya kita cuma butuh hal-hal sederhana yang bisa bikin perasaan sedikit lebih nyaman. Walaupun terlihat sepele, beberapa hal random, berikut ini sering kali berhasil membantu memperbaiki mood dan membuat…

    Lanjutkan Membaca

  • Di Balik Diam Seorang Ibu
    ,

    Di Balik Diam Seorang Ibu

    Film Andai Ibu Tidak Menikah dengan Ayah karya sutradara Kuntz Agus merupakan drama keluarga yang menyentuh dan sarat refleksi sosial. Dengan durasi 119 menit, film yang dirilis pada tahun 2025 ini mengangkat kisah tentang kehidupan rumah tangga yang penuh tekanan dari sudut pandang seorang anak perempuan. Melalui cerita yang emosional, film ini tidak hanya membahas…

    Lanjutkan Membaca

  • Resensi Film “Surat Untuk Masa Mudaku”: Lebih dari Sekedar Anak Panti Asuhan Pelita Kasih
    ,

    Resensi Film “Surat Untuk Masa Mudaku”: Lebih dari Sekedar Anak Panti Asuhan Pelita Kasih

    Film ‘Surat untuk Masa Mudaku’ disutradarai oleh Sim F. bukan sekedar mengisahkan tentang anak panti asuhan Pelita Kasih yang tumbuh dengan berbagai luka masa lalu. Film ini merupakan perjalanan emosional seorang anak laki-laki bernama Kefas yang belajar memahami arti kehilangan, penerimaan, dan kasih sayang melalui Pak Simon orang yang awalnya ia benci. Dengan alur campuran,…

    Lanjutkan Membaca

  • Payung Hitam dan Nama-Nama yang Belum Pulang

    Payung Hitam dan Nama-Nama yang Belum Pulang

    Payung-payung hitam itu kembali dibuka,di bawah langit yang terlalu lama pura-pura lupa. Mereka berdiri tanpa teriak,tanpa batu, tanpa amarah yang meledak-ledak,hanya tubuh-tubuh yang setia menjaga lukaagar sejarah tidak dikubur terlalu lama.  Di depan istana,angin membawa nama-namayang pernah dihapus dari percakapan negara. Nama-nama yang dulu dipanggil ibu mereka sebelum tidur,nama-nama yang pernah pulang membawa mimpi,lalu hilang…

    Lanjutkan Membaca

  • Di Ujung Malam yang Tenang 

    Di Ujung Malam yang Tenang 

    Malam merayap perlahan ke tiap sudut kota,Membawa angin yang menyentuh jendela dengan lembut.Di keheningan itu, aku mendengar suaraku sendiri,Berbicara tentang mimpi yang tertinggal di masa muda.Ada cahaya lampu yang berpendar pelan,Seolah menjaga langkahku yang mulai letih. Di luar sana, bintang-bintang menggantung rendah,Menjadi saksi perjalanan yang tak selalu mudah.Aku menatap mereka lama,Berusaha menemukan arah dari kerlipnya.Namun…

    Lanjutkan Membaca

  • Ketika Alam Menyebut Namamu

    Ketika Alam Menyebut Namamu

    Di pagi hari, aku mendengar namamu pada kicau burung Seolah alam ikut merayakan kehadiranmu dalam ingatanku Langit yang luas terasa lebih dekat ketik aku mengucap rindu Awan bergerak perlahan, seperti menuntunku pada tenang Angin sore menyentuh tubuhku dengan kelembutan yang familier Mengingatkanku pada senyummu yang tak pernah pudar Di antara pepohonan, aku menemukan jeda untuk…

    Lanjutkan Membaca