Tag: Puisi

  • Di Ujung Malam yang Tenang 

    Di Ujung Malam yang Tenang 

    Malam merayap perlahan ke tiap sudut kota,Membawa angin yang menyentuh jendela dengan lembut.Di keheningan itu, aku mendengar suaraku sendiri,Berbicara tentang mimpi yang tertinggal di masa muda.Ada cahaya lampu yang berpendar pelan,Seolah menjaga langkahku yang mulai letih. Di luar sana, bintang-bintang menggantung rendah,Menjadi saksi perjalanan yang tak selalu mudah.Aku menatap mereka lama,Berusaha menemukan arah dari kerlipnya.Namun…

    Lanjutkan Membaca

  • Ketika Alam Menyebut Namamu

    Ketika Alam Menyebut Namamu

    Di pagi hari, aku mendengar namamu pada kicau burung Seolah alam ikut merayakan kehadiranmu dalam ingatanku Langit yang luas terasa lebih dekat ketik aku mengucap rindu Awan bergerak perlahan, seperti menuntunku pada tenang Angin sore menyentuh tubuhku dengan kelembutan yang familier Mengingatkanku pada senyummu yang tak pernah pudar Di antara pepohonan, aku menemukan jeda untuk…

    Lanjutkan Membaca

  • Di Antara Jarak Tak Bernama

    Di Antara Jarak Tak Bernama

    Aku merindukanmu Dalam cara yang tak dapat kujelaskan: Pada angin sore yang lewat pelan, Pada lampu-lampu kota yang redup sendu, Pada segala hal yang seharusnya tak menyeret Bayanganmu kembali padaku. Thumbnail by Jude Duarte

    Lanjutkan Membaca

  • Pada Diri yang Kembali

    Pada Diri yang Kembali

    Dalam riuh dunia yang saling bersahutanAku meratapi sunyi yang tersisa di dalam diriMencari makna dari tiap langkah yang sempat goyahHingga kutemukan cahaya kecil yang tak pernah padam Di perjalanan yang tak selalu kupahami arahnyaAku belajar menerima rupa yang sesungguhnyaBahwa menjadi diri sendiri adalah rumah paling setiaDan di sanalah akhirnya aku pulang tanpa ragu Thumbnail by…

    Lanjutkan Membaca

  • Perempuan yang Dipaksa Menjadi Sunyi

    Perempuan yang Dipaksa Menjadi Sunyi

    Katamu perempuan bukan objek.Ia diam bukan karena tak punya kata,hanya saja suaranya kerap dipatahkan,sebelum sempat menjadi doa. Ia menyimpan gemetar di balik napas yang rapi,menyimpan luka di balik malam sunyi,tak ada teriakan,tak ada perlawanan yang riuh,hanya hati yang berusaha –menahan beban yang tak pernah ia pilih. Mereka berkata,“Diamlah, itu akan berlalu.”Padahal yang berlalu hanyalah hari,sementara…

    Lanjutkan Membaca

  • Ritus para Pemeran

    Ritus para Pemeran

    Teater adalah ritus para pemeran, yang memuja kata dan tubuh sebagai mantra. Gerak menjadi doa, dialog menjadi nyala, dan setiap adegan adalah perjalanan batin. Penonton hanyalah saksi dari keajaiban itu ketika realitas retak, lalu menyala kembali. Sebab teater bukan sekadar tontonan, melainkan cermin tempat kita menemukan diri. Thumbnail by Pinterest Emma

    Lanjutkan Membaca

  • Pulang pada Tenang

    Pulang pada Tenang

    Liburan adalah jeda ketika dunia pelan-pelan mengecil, dan hati akhirnya punya ruang untuk bernapas lebih dalam. Di antara angin yang lembut, langit yang lebih biru dari biasanya, dan langkah yang tak dikejar waktu, aku menemukan diriku sendiri yang sempat hilang di hari-hari sibuk. Ada tawa yang tumbuh tanpa alasan, ada kenangan baru yang diam-diam menyelinap…

    Lanjutkan Membaca

  • HARAP

    HARAP

    Kalah fajar menyingsing, dari garis batas biru menyapa  Kunantikan senja dari buih laut yang merindukan pantainya membawa seluruh puing doa dan ingatan yang menjerit Gulungan ombak menjelmah kapal-kapal mimpiku yang karam, Atau bahkan tentang rindu yang tak kunjung menemukan malam. Laut adalah rahim bagi segala harap, Tempat sujud rindu di kedalaman palung Tempat segalah mimpi…

    Lanjutkan Membaca

  • Jejak Waktu

    Jejak Waktu

    Waktu melangkah tanpa suara, menyentuh hari dengan sunyi yang dalam, meninggalkan jejak di ruang kenangan yang tak pernah benar-benar padam. Di antara waktu yang terus berjalan,  kita belajar tentang pergi dan kembali, bahwa hidup adalah perjalanan panjang yang ditulis oleh jejak waktu yang tak terlihat. Perjalanan Hidup Jalan panjang terbentang tanpa peta Kita melangkah mengikuti…

    Lanjutkan Membaca

  • Tersesat di Ujung Pertumbuhan 

    Tersesat di Ujung Pertumbuhan 

    Ada hari ketika dewasa,  yang datang tanpa mengetuk,  menyeretku ke jalan tanpa jera,  dan tak kupetakkan di kepala  Teman-teman berjalan cepat,  mengejar yang mereka sebut masa depan,  sementara aku terkandung langkahku sendiri,  menimbang arah yang tak ku mengerti, Dulu mimpi adalah langit yang bisa ku gambar ulang,  kini, langit itu penuh dengan tanda tanya,  dan…

    Lanjutkan Membaca