Kategori: Resensi
-

Belajar Makna Ketika Pulang Berarti Menerima Diri Sendiri, dari Novel Pukul Setengah Lima Karya Rintik Sedu
Judul Buku: Pukul Setengah Lima Penulis: Rintik Sedu (Nadhifa Allya Tsana) Tahun Terbit: 2023 Nama Penerbit: Gramedia Pustaka Utama Jumlah Halaman: 208 halaman Nomor ISBN: 9786020672748 Tidak semua orang yang berbohong melakukannya untuk menyakiti orang lain. Ada kalanya, kebohongan lahir dari keinginan sederhana: ingin menjadi seseorang yang tidak dibebani masa lalu. Gagasan inilah yang menjadi…
-

Past Lives: Ketika Cinta Bukan Soal Memiliki, Melainkan Mengenang
Ada keyakinan bahwa setiap orang yang kita temui telah dipertemukan oleh benang takdir. Dalam budaya Korea, konsep itu dikenal sebagai in-yun sebuah ikatan yang terjalin dari kehidupan-kehidupan sebelumnya.
-

Perempuan di Titik Nol: Ketika Tubuh Perempuan Menjadi Medan Kekuasaan
Judul Buku: Perempuan di Titik Nol Penulis: Nawal El Saadawi Tahun Terbit: 2006 (edisi terjemahan Indonesia) Nama Penerbit: Yayasan Pustaka Obor Indonesia Jumlah Halaman: 152 halaman Nomor ISBN: 978-979-461-641-4 Ada banyak novel yang bercerita tentang ketidakadilan terhadap perempuan. Namun, hanya sedikit yang mampu menyampaikannya dengan keberanian dan kejujuran seperti novel Perempuan di Titik Nol. Sebuah…
-

Membaca Realitas Sosial melalui Film Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini
“Kamu bisa lari kemana pun kamu mau, tapi, masalahmu tidak akan pergi. Dia ada di sana, di belakangmu, sampai kamu berani berbalik arah dan hadapi”. Bagi beberapa orang, menjadi kuat adalah hal yang diajarkan sedari kecil. Mereka dituntut untuk tidak menangis bahkan tidak bercerita ketika ada permasalahan yang menghantam hidupnya. Mungkin untuk beberapa saat luka…
-

Ketika Trauma Diterjemahkan ke Layar Lebar: Menilik Adaptasi Heartbreak Motel
Ada anggapan bahwa seseorang yang telah mencapai puncak karier otomatis menemukan kebahagiaan. Heartbreak Motel justru memperlihatkan sebaliknya: kesuksesan tidak pernah benar-benar mampu menghapus luka masa lalu. Diadaptasi dari novel karya Ika Natassa, film garapan Angga Dwimas Sasongko ini tidak sekadar memindahkan cerita ke layar lebar, tetapi juga menafsirkan ulang perjalanan tokoh utamanya melalui perubahan karakter,…
-

K-Movie Once We Were Us: Benarkah Cinta dan Cita Tak Bisa Berjalan Beriringan?
Bagi pencinta film romantis yang terbiasa dengan akhir bahagia (happy ending), menonton film Once We Were Us mungkin akan terasa menyesakkan. Film yang disutradarai Kim Do Young ini memberikan pesan mendalam lewat naskah kuat yang ditulis oleh Yeum Moon Keung dan Kim Ha Na. Film ini berhasil mengajak penonton hanyut dalam cerita hubungan yang kompleks…
-

Ketika Masa Lalu Berubah Menjadi Bayang Ketakutan: Resensi Film “Surat untuk Masa Mudaku”
Rasa takut dan kekhawatiran yang muncul akibat trauma masa lalu menjadi fenomena yang kian dekat dengan kehidupan masyarakat ini. Pengalaman buruk yang pernah dialami seseorang sering kali meninggalkan jejak emosional yang tidak mudah hilang. Tanpa disadari, luka batin tersebut perlahan tumbuh menjadi bayang-bayang ketakutan yang terus mengikuti kehidupan seseorang di masa depan. Trauma tidak selalu…
-

Di Balik Diam Seorang Ibu
Film Andai Ibu Tidak Menikah dengan Ayah karya sutradara Kuntz Agus merupakan drama keluarga yang menyentuh dan sarat refleksi sosial. Dengan durasi 119 menit, film yang dirilis pada tahun 2025 ini mengangkat kisah tentang kehidupan rumah tangga yang penuh tekanan dari sudut pandang seorang anak perempuan. Melalui cerita yang emosional, film ini tidak hanya membahas…
-

Resensi Film “Surat Untuk Masa Mudaku”: Lebih dari Sekedar Anak Panti Asuhan Pelita Kasih
Film ‘Surat untuk Masa Mudaku’ disutradarai oleh Sim F. bukan sekedar mengisahkan tentang anak panti asuhan Pelita Kasih yang tumbuh dengan berbagai luka masa lalu. Film ini merupakan perjalanan emosional seorang anak laki-laki bernama Kefas yang belajar memahami arti kehilangan, penerimaan, dan kasih sayang melalui Pak Simon orang yang awalnya ia benci. Dengan alur campuran,…
-

Pangku: Potret Sunyi Perjuangan Ibu Tunggal di Tengah Kesenjangan Sosial
Tidak semua pelukan menghadirkan kehangatan. Dalam beberapa keadaan, pelukan justru menjadi ruang paling sunyi bagi seseorang untuk bertahan hidup. Film Pangku (2025) yang disutradarai oleh Reza Rahardian, menyoroti kisah sosok Sartika, seorang perempuan yang harus menjalani kehamilan, melahirkan, sekaligus membesarkan anaknya seorang diri di tengah keterbatasan ekonomi.
Terbaru

Ikuti Kami
Kategori
Berita Buku Cuat-Cuit Feature Film Fotografi Grafis Infografik Karya Liputan Literatur Loka Merindink Opini Persona Publisistik Redaksiana Resensi Seka Teater
Tags
AKSARA 2024 Bengkel Jurnalistik Bengkel Sastra berita Cerita Pendek Cerpen cuat-cuit fakultas sastra fakultas sastra USD Film Fotografi horor infografik Jurnalis Karya karya mahasiswa liputan literatur Mahasiswa mahasiswasanatadharma Mahasiswa Sanata Dharma merindink novel opini Puisi rekomendasi resensi resensi film sanata dharma Sasindo sastra Sastra Indoensia Sastra Indonesia SastraIndonesia sastra inggris seka Semesta dalam Kacamata Sastra seminar SMA Seminari Menengah St. Petrus Canisius Mertoyudan Magelang syukuran wisuda teater tips universitas sanata dharma usd Yogyakarta
Tentang KataKarsa

KataKarsa
KataKarsa adalah portal berita yang dikelola oleh UKPS Bengkel Jurnalistik, Program Studi Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Sanata Dharma Yogyakarta.

Cari
Jangan Lewatkan!











