Kategori: Karya

  • Hidup adalah sebuah Permainan yang Sebagai Pion adalah Kita

    Hidup adalah sebuah Permainan yang Sebagai Pion adalah Kita

    Aku pernah berfikir permainan ular tangga. Aku berpikir itu hidub yang harus kita lalui. Kadang kala maju, mundur, ke atas, dan ke bawah. Dan jalan kita sesuai dadu yang didapat. Namun kita tetap harus melaluinya. Aku bisa menikmati permainan itu, kadang kesal, sedih, kecewa, ataupun gembira. Tetapi tujuan kita cuman satu “Finish”. (kehidupan abadi) Karya:…

    Lanjutkan Membaca

  • Rampung

    Rampung

    Di satu hari yang tenang Diriku akan berhenti Terhanyut dalam melodi penghiburan Ragaku hilang dalam ruang gelap Tinggal kenangan yang meradang Jika memang sudah waktuku Kuharap kedamaian menggiring langkahku Tanpa ragu akan kubuka pintu keheninganku Menuju dunia tanpa batas waktu Mereka akan datang menggiring Mengayunkanku dalam lautan hening Masuk ke dunia asing Dunia penuh hening…

    Lanjutkan Membaca

  • Tangis Alam Raya

    Tangis Alam Raya

    Meratap pilu pada badai sendu perapian tempo lalu Peraduan api menjadi serupa tarian yang begitu menggebu Lihat, lihai sekali jingga itu meliuk-liuk merdu Pada bentala yang baranya menggaung-gaung Meski didengar pula ratapan pilu atas mereka yang menjadi abu Bagaikan dentum meriam yang memekak telinga Rintihan air kembali terdengar tanpa jeda Mereka mengesah pada hidup yang…

    Lanjutkan Membaca

  • Surat Cinta Dari Alengka

    Surat Cinta Dari Alengka

    Dikebumikan tulus yang daku berikan Sinta, lupakah kau rasanya dicinta? Atau pada akhirnya, aku tak nyata bagimu adinda? Ah diriku gundah gulana   Bersamamu ribuan purnama berlalu Sinta, sudahkah kau mencintaiku? Atau panah Sri Rama tertanam begitu dalam di jantungmu? Ah rasaku tak mampu   Biar semesta menyadari perbedaan yang nyata Rama yang mengorbankanmu demi…

    Lanjutkan Membaca

  • LENTERA HANGAT

    LENTERA HANGAT

    Mentari pernah bermimpi suatu hari. Katanya, ia ingin menjadi manusia hebat dan pantang menyerah. Bahkan dulu saat kecil, ia selalu bercerita pada bapak tentang bagaimana masa depannya yang dirancang sendiri dengan begitu idealis. Dimana hari-hari dewasa yang begitu dinantinya akan sukses seperti ekspetasinya dulu. Namun hari itu, setelah air mata dan hampa di hari kepergian…

    Lanjutkan Membaca

  • Aku Pulang

    Aku Pulang

    Aku pulang Dengan tangan telentang Dipundakku membawa beban Yang siap tercurahkan Kepada mereka yang kurindukan Kemudian aku melayang Terlepas dari perasaan terbuang Aku pulang Tanganku sudah telentang Tapi dimana sambutan? Haruskah aku cari? Lalu membuat orang iri? Ketara sekali Aku tinggi hati Aku pulang Merindukan sepasang tangan Membelaiku dengan kasih sayang Sekarang kemana perginya? Ah…

    Lanjutkan Membaca

  • Pergi Saja

    Pergi Saja

    Ini sudah berakhir Jangan lagi berpikir Kemasi barangmu Pergi bersamaku ke tempat baru Memang jauh Namun terdapat obat ampuh Kamu menderita Usulku pergi saja Buang rasa yang tersisa Kamu pantas bahagia Jadi mari pergi saja Jangan pernah menangis Kamu terlihat seperti pengemis Meminta secuil rasa Yang sebenarnya hampa Minta saja asa dalam diri Sebagai pegangan…

    Lanjutkan Membaca

  • Rabi’ah

    Rabi’ah

    Rabi’ah mencoba merogoh kunci dari kantong sakunya, sialnya yang di dapatkan hanyalah sebuah permen, hasil kembalian dari membeli bolpoin di toko kelontong yang berada di depan kantor kecamatan. Lalu Rabi’ah meletakkan tasnya dan mencoba mencari dengan teliti di mana ia menaruh kunci motornya itu. Rabi’ah terus mencari dan menggerutu “hari sial tidak ada dalam kalender”.…

    Lanjutkan Membaca

  • Atas Nama Selain Jingga

    Atas Nama Selain Jingga

    Atas nama selain jingga Tolong beritahu senja untuk membiarkan malam datang Diatas sana awan menjerit atas tugasnya yang tak sudah-sudah Katakan pada senja bahwa sang bintang menanti panggung miliknya   Atas nama selain jingga Beritahu senja bahwa egonya menyakiti segala yang ada Sang senja serakah, kata kalong yang kelaparan Sang senja egois, kata sahabatnya malam…

    Lanjutkan Membaca

  • Pertemuan Kita

    Pertemuan Kita

    Aku ingin memutar waktu  Waktu Ketika radar ku berhasil menemukanmu  Entah apa yang membuat ku menemukanmu Di sebuah Gedung yang penuh dengan buku.    Aku ingin menemuimu lagi  Seperti waktu pertama kali  Di Gedung perpustakaan lantai satu  Tanpa berfikir kita kan bersatu  Namun apa yang telah dikatakan waktu  Kini kita telah menjadi sekutu dalam ruang…

    Lanjutkan Membaca