Kategori: Publisistik
-

Usai Guncangan, Siapa yang Terjangkau?: Solidaritas dan Ketimpangan Bencana di NTT
Gempa memang tidak dapat dikendalikan oleh manusia, tetapi penderitaan yang dialami masyarakat tidak sepenuhnya dianggap sebagai konsekuensi alam. Ketimpangan akses, infrastruktur, dan penanganan menunjukkan bahwa dampak bencana juga ditentukan oleh seberapa hadir negara, dan seberapa kuat solidaritas masyarakat. Malam itu, lilin-lilin dinyalakan. Doa dipanjatkan dari empat agama: Katolik, Islam, Kristen, dan Hindu sebagai bentuk kepedulian…
-

Perempuan di Titik Nol: Ketika Tubuh Perempuan Menjadi Medan Kekuasaan
Judul Buku: Perempuan di Titik Nol Penulis: Nawal El Saadawi Tahun Terbit: 2006 (edisi terjemahan Indonesia) Nama Penerbit: Yayasan Pustaka Obor Indonesia Jumlah Halaman: 152 halaman Nomor ISBN: 978-979-461-641-4 Ada banyak novel yang bercerita tentang ketidakadilan terhadap perempuan. Namun, hanya sedikit yang mampu menyampaikannya dengan keberanian dan kejujuran seperti novel Perempuan di Titik Nol. Sebuah…
-

Nugas di Kafe: Produktif atau Konsumtif?
Setiap sudut kafe kini dipenuhi pemandangan yang sama: seperti meja berisi laptop, segelas kopi, charger yang menjuntai, dan mahasiswa yang sibuk mengejar tenggat. Fenomena ini telah menjadi bagian dari budaya akademik, terutama di kota-kota pelajar. Namun, muncul pertanyaan yang layak didiskusikan; benarkah mengerjakan tugas di kafe lebih efisien, atau justru hanya menjadi cara baru untuk…
-

Membaca Realitas Sosial melalui Film Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini
“Kamu bisa lari kemana pun kamu mau, tapi, masalahmu tidak akan pergi. Dia ada di sana, di belakangmu, sampai kamu berani berbalik arah dan hadapi”. Bagi beberapa orang, menjadi kuat adalah hal yang diajarkan sedari kecil. Mereka dituntut untuk tidak menangis bahkan tidak bercerita ketika ada permasalahan yang menghantam hidupnya. Mungkin untuk beberapa saat luka…
-

“Aku Karo Sing Lainnya One The Way”: Ketika Tiga Bahasa Hidup Berdampingan di Mulut Mahasiswa Jogja
Dunia kreatif anak muda memang tidak selalu pasti, alias banyak ide barunya. Hampir setiap saat mereka menemukan atau bahkan menciptakan tren baru, terutama dalam gaya bicara. Coba dengarkan perbincangan mahasiswa di angkringan dekat kampus mana pun di Jogja, dan kamu akan menemukan sesuatu yang menarik. Dalam satu kalimat saja, bisa muncul tiga bahasa sekaligus. “Mengko…
-

Ketika Trauma Diterjemahkan ke Layar Lebar: Menilik Adaptasi Heartbreak Motel
Ada anggapan bahwa seseorang yang telah mencapai puncak karier otomatis menemukan kebahagiaan. Heartbreak Motel justru memperlihatkan sebaliknya: kesuksesan tidak pernah benar-benar mampu menghapus luka masa lalu. Diadaptasi dari novel karya Ika Natassa, film garapan Angga Dwimas Sasongko ini tidak sekadar memindahkan cerita ke layar lebar, tetapi juga menafsirkan ulang perjalanan tokoh utamanya melalui perubahan karakter,…
-

Silakan atau Silahkan? Mengulas Penulisan yang Benar Menurut KBBI
Dalam komunikasi sehari-hari, kita sering kali dihadapkan pada dilema kecil yang berulang:, mana penulisan yang benar antara kata “silakan” dan “silahkan”? Perbedaan satu huruf “h” ini tampaknya sepele, namun fatal jika diterapkan dalam konteks formal. Kesalahan penulisan ini tidak hanya terjadi pada pesan singkat personal, tetapi kerap meluas hingga ke poster pengumuman, baliho publik, dokumen…
-

K-Movie Once We Were Us: Benarkah Cinta dan Cita Tak Bisa Berjalan Beriringan?
Bagi pencinta film romantis yang terbiasa dengan akhir bahagia (happy ending), menonton film Once We Were Us mungkin akan terasa menyesakkan. Film yang disutradarai Kim Do Young ini memberikan pesan mendalam lewat naskah kuat yang ditulis oleh Yeum Moon Keung dan Kim Ha Na. Film ini berhasil mengajak penonton hanyut dalam cerita hubungan yang kompleks…
-

Nol dan Kosong: Mengurai Perbedaan Makna Angka dan Ketiadaan
Kekeliruan Umum dan Konteks Masalah Penggunaan kata “nol” dan “kosong” sering tertukar dalam penyebutan sehari-hari. Fenomena ini terlihat jelas dalam percakapan berikut: Dari kedua contoh tersebut, dapat disimpulkan bahwa kekeliruan ini terjadi karena keduanya disalahartikan sebagai padanan angka 0, bahkan telah menjadi kebiasaan umum hingga dalam acara resmi. Meskipun sekilas mirip, dalam ilmu matematika, “nol”…
-

Ketika Masa Lalu Berubah Menjadi Bayang Ketakutan: Resensi Film “Surat untuk Masa Mudaku”
Rasa takut dan kekhawatiran yang muncul akibat trauma masa lalu menjadi fenomena yang kian dekat dengan kehidupan masyarakat ini. Pengalaman buruk yang pernah dialami seseorang sering kali meninggalkan jejak emosional yang tidak mudah hilang. Tanpa disadari, luka batin tersebut perlahan tumbuh menjadi bayang-bayang ketakutan yang terus mengikuti kehidupan seseorang di masa depan. Trauma tidak selalu…
Terbaru

Ikuti Kami
Kategori
Berita Buku Cuat-Cuit Feature Film Fotografi Grafis Infografik Karya Liputan Literatur Loka Merindink Opini Persona Publisistik Redaksiana Resensi Seka Teater
Tags
AKSARA 2024 Bengkel Jurnalistik Bengkel Sastra berita Cerita Pendek Cerpen cuat-cuit fakultas sastra fakultas sastra USD Film Fotografi horor infografik Jurnalis Karya karya mahasiswa liputan literatur Mahasiswa mahasiswasanatadharma Mahasiswa Sanata Dharma merindink opini Puisi rekomendasi resensi resensi film sanata dharma Sasindo sastra Sastra Indoensia Sastra Indonesia SastraIndonesia sastra inggris Sastra Spotlight seka Semesta dalam Kacamata Sastra seminar SMA Seminari Menengah St. Petrus Canisius Mertoyudan Magelang syukuran wisuda teater tips universitas sanata dharma usd Yogyakarta
Tentang KataKarsa

KataKarsa
KataKarsa adalah portal berita yang dikelola oleh UKPS Bengkel Jurnalistik, Program Studi Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Sanata Dharma Yogyakarta.

Cari
Jangan Lewatkan!











