Kategori: Publisistik
-

K-Movie Once We Were Us: Benarkah Cinta dan Cita Tak Bisa Berjalan Beriringan?
Bagi pencinta film romantis yang terbiasa dengan akhir bahagia (happy ending), menonton film Once We Were Us mungkin akan terasa menyesakkan. Film yang disutradarai Kim Do Young ini memberikan pesan mendalam lewat naskah kuat yang ditulis oleh Yeum Moon Keung dan Kim Ha Na. Film ini berhasil mengajak penonton hanyut dalam cerita hubungan yang kompleks…
-

Nol dan Kosong: Mengurai Perbedaan Makna Angka dan Ketiadaan
Kekeliruan Umum dan Konteks Masalah Penggunaan kata “nol” dan “kosong” sering tertukar dalam penyebutan sehari-hari. Fenomena ini terlihat jelas dalam percakapan berikut: Dari kedua contoh tersebut, dapat disimpulkan bahwa kekeliruan ini terjadi karena keduanya disalahartikan sebagai padanan angka 0, bahkan telah menjadi kebiasaan umum hingga dalam acara resmi. Meskipun sekilas mirip, dalam ilmu matematika, “nol”…
-

Ketika Masa Lalu Berubah Menjadi Bayang Ketakutan: Resensi Film “Surat untuk Masa Mudaku”
Rasa takut dan kekhawatiran yang muncul akibat trauma masa lalu menjadi fenomena yang kian dekat dengan kehidupan masyarakat ini. Pengalaman buruk yang pernah dialami seseorang sering kali meninggalkan jejak emosional yang tidak mudah hilang. Tanpa disadari, luka batin tersebut perlahan tumbuh menjadi bayang-bayang ketakutan yang terus mengikuti kehidupan seseorang di masa depan. Trauma tidak selalu…
-

Di Balik Diam Seorang Ibu
Film Andai Ibu Tidak Menikah dengan Ayah karya sutradara Kuntz Agus merupakan drama keluarga yang menyentuh dan sarat refleksi sosial. Dengan durasi 119 menit, film yang dirilis pada tahun 2025 ini mengangkat kisah tentang kehidupan rumah tangga yang penuh tekanan dari sudut pandang seorang anak perempuan. Melalui cerita yang emosional, film ini tidak hanya membahas…
-

Resensi Film “Surat Untuk Masa Mudaku”: Lebih dari Sekedar Anak Panti Asuhan Pelita Kasih
Film ‘Surat untuk Masa Mudaku’ disutradarai oleh Sim F. bukan sekedar mengisahkan tentang anak panti asuhan Pelita Kasih yang tumbuh dengan berbagai luka masa lalu. Film ini merupakan perjalanan emosional seorang anak laki-laki bernama Kefas yang belajar memahami arti kehilangan, penerimaan, dan kasih sayang melalui Pak Simon orang yang awalnya ia benci. Dengan alur campuran,…
-

Generasi Hemat atau Generasi Takut Miskin?
Di era sekarang, gaya hidup hemat semakin menjadi tren di kalangan masyarakat, terutama generasi muda. Mulai dari kebiasaan menabung, berburu diskon, hingga membatasi pengeluaran untuk hal-hal yang dianggap tidak penting, semua terlihat sebagai bentuk kesadaran finansial yang positif. Namun, di balik tren ini, muncul pertanyaan yang menarik: apakah ini benar-benar generasi hemat, atau justru generasi…
-

Normalisasi Lelah: Kenapa Kita Takut Istirahat?
Di tengah kehidupan yang bergerak semakin cepat, rasa lelah seolah telah menjadi bagian yang dinormalisasi dalam keseharian masyarakat. Kalimat seperti “capek itu biasa”, “nanti istirahat kalau sudah sukses”, atau “yang penting terus jalan” semakin sering terdengar.
-

Tak Selamanya Perempuan Bisa Diukur
Di sebuah dunia yang sering meminjamkan suara untuk menentukan hidupnya, seorang perempuan berdiri dengan diam yang tegar. Sejak kecil ia diajari banyak hal. Tentang cara berjalan yang pelan, cara berbicara yang sopan, dan cara menyimpan keinginan agar tidak dianggap berlebihan. Seolah dunia sedang menulis begitu banyak aturan di tubuhnya, juga di kepalanya
-

Empat Hal Tersembunyi dalam Animasi Lokal Adit, Sopo, dan Jarwo
Saat banyak tayangan anak yang serba cepat, berwarna, dan kurang substansi, animasi lokal Adit, Sopo, dan Jarwo hadir dengan sesuatu yang berbeda. Selain menghibur, animasi ini juga membawa banyak pesan yang sering terlewatkan oleh penonton. Di balik tingkah lucu karakter-karakternya, ada makna yang lebih dalam soal kehidupan sosial, moral, sampai realita masyarakat Indonesia. Apabila kita…
-

Kuliah Sastra, Mau Jadi Apa? Mulai Sekarang Jangan Bingung Jika Ditanya Begitu!
Menjadi mahasiswa Sastra Indonesia pasti nggak akan lepas dari satu pertanyaan klasik: “Mau jadi apa?”.
Terbaru

Ikuti Kami
Kategori
Berita Buku Cuat-Cuit Feature Film Fotografi Grafis Infografik Karya Liputan Literatur Loka Merindink Opini Persona Publisistik Redaksiana Resensi Seka Teater
Tags
AKSARA 2024 BEM USD Bengkel Jurnalistik Bengkel Sastra berita Cerita Pendek Cerpen fakultas sastra fakultas sastra USD Film Fotografi horor infografik Jurnalis Karya karya mahasiswa liputan literatur Mahasiswa mahasiswasanatadharma Mahasiswa Sanata Dharma merindink opini Puisi rekomendasi resensi resensi film sanata dharma Sasindo sastra Sastra Indoensia Sastra Indonesia SastraIndonesia sastra inggris Sastra Spotlight seka Semesta dalam Kacamata Sastra seminar SMA Seminari Menengah St. Petrus Canisius Mertoyudan Magelang syukuran wisuda teater TSD universitas sanata dharma usd Yogyakarta
Tentang KataKarsa

KataKarsa
KataKarsa adalah portal berita yang dikelola oleh UKPS Bengkel Jurnalistik, Program Studi Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Sanata Dharma Yogyakarta.

Cari
Jangan Lewatkan!











