Kategori: Publisistik
-

Pengaruh Video Singkat terhadap Kebiasaan Membaca Teks
Perkembangan teknologi telah mengubah cara masyarakat mendapatkan informasi. Dahulu, seseorang lebih sering membaca buku, koran, majalah, atau artikel untuk memperoleh pengetahuan. Sekarang, informasi dapat diperoleh dengan mudah melalui video singkat yang tersedia di berbagai media sosial. Hanya dengan waktu beberapa detik atau menit, seseorang sudah dapat mengetahui informasi, hiburan, bahkan pendapat tentang suatu peristiwa. Video…
-

Mencari Arti “Rumah” Melalui Film Adaptasi Novel Home Sweet Loan
“Aku tuh cuman numpang ya, Bu, di sini?” Pertanyaan itu meluncur dari bibir Kaluna saat perasaannya kembali terabaikan di tempat yang kata kebanyakan orang adalah tempat terbaik untuk pulang, yaitu rumah. Ia sering merasa asing di tempat yang seharusnya menjadi tempat paling aman. Sebagai sandwich generation, Ia bukan hanya berjuang untuk dirinya sendiri, tetapi juga…
-

Ketika Seseorang Menyampaikan Pendapat, “Apakah Kita Sedang Menanggapi Gagasannya, atau Justru Menghakimi Orangnya?”
Kita memang memiliki kebebasan untuk menyampaikan pendapat. Namun, kebebasan secara formal belum tentu membuat seseorang merasa bebas secara sosial. Ketakutan akan penolakan, penghakiman, dan konsekuensi sosial membuat banyak orang memilih diam
-

Generasi Z dan Beban yang Dipikulnya
“Dasar generasi Z, maunya enak doang!” Menjadi generasi Z di hari ini merupakan sesuatu yang tidak mudah. Generasi Z sering kali dilabeli sebagai generasi pemalas, apatis, dan serba instan. Label tersebut kerap kali kita jumpai di ruang media sosial, hingga di kehidupan nyata. Lantas, bagaimana label-label ini bisa melekat pada generasi Z? Masing-masing generasi memiliki…
-

Belajar Makna Ketika Pulang Berarti Menerima Diri Sendiri, dari Novel Pukul Setengah Lima Karya Rintik Sedu
Judul Buku: Pukul Setengah Lima Penulis: Rintik Sedu (Nadhifa Allya Tsana) Tahun Terbit: 2023 Nama Penerbit: Gramedia Pustaka Utama Jumlah Halaman: 208 halaman Nomor ISBN: 9786020672748 Tidak semua orang yang berbohong melakukannya untuk menyakiti orang lain. Ada kalanya, kebohongan lahir dari keinginan sederhana: ingin menjadi seseorang yang tidak dibebani masa lalu. Gagasan inilah yang menjadi…
-

Begadang, Kopi, dan Tenggat: Budaya Produktif atau Alarm bagi Mahasiswa?
Menjelang tengah malam, lampu kamar kos masih menyala. Di atas meja, laptop terbuka dengan beberapa tab referensi, sementara secangkir kopi menemani mahasiswa yang berpacu dengan tenggat tugas. Pemandangan seperti ini bukan lagi hal yang asing. Begadang dan kopi seolah telah menjadi pasangan yang tidak terpisahkan dalam kehidupan perkuliahan. Bagi sebagian mahasiswa, begadang merupakan pilihan yang…
-

Past Lives: Ketika Cinta Bukan Soal Memiliki, Melainkan Mengenang
Ada keyakinan bahwa setiap orang yang kita temui telah dipertemukan oleh benang takdir. Dalam budaya Korea, konsep itu dikenal sebagai in-yun sebuah ikatan yang terjalin dari kehidupan-kehidupan sebelumnya.
-

Usai Guncangan, Siapa yang Terjangkau?: Solidaritas dan Ketimpangan Bencana di NTT
Gempa memang tidak dapat dikendalikan oleh manusia, tetapi penderitaan yang dialami masyarakat tidak sepenuhnya dianggap sebagai konsekuensi alam. Ketimpangan akses, infrastruktur, dan penanganan menunjukkan bahwa dampak bencana juga ditentukan oleh seberapa hadir negara, dan seberapa kuat solidaritas masyarakat. Malam itu, lilin-lilin dinyalakan. Doa dipanjatkan dari empat agama: Katolik, Islam, Kristen, dan Hindu sebagai bentuk kepedulian…
-

Perempuan di Titik Nol: Ketika Tubuh Perempuan Menjadi Medan Kekuasaan
Judul Buku: Perempuan di Titik Nol Penulis: Nawal El Saadawi Tahun Terbit: 2006 (edisi terjemahan Indonesia) Nama Penerbit: Yayasan Pustaka Obor Indonesia Jumlah Halaman: 152 halaman Nomor ISBN: 978-979-461-641-4 Ada banyak novel yang bercerita tentang ketidakadilan terhadap perempuan. Namun, hanya sedikit yang mampu menyampaikannya dengan keberanian dan kejujuran seperti novel Perempuan di Titik Nol. Sebuah…
-

Nugas di Kafe: Produktif atau Konsumtif?
Setiap sudut kafe kini dipenuhi pemandangan yang sama: seperti meja berisi laptop, segelas kopi, charger yang menjuntai, dan mahasiswa yang sibuk mengejar tenggat. Fenomena ini telah menjadi bagian dari budaya akademik, terutama di kota-kota pelajar. Namun, muncul pertanyaan yang layak didiskusikan; benarkah mengerjakan tugas di kafe lebih efisien, atau justru hanya menjadi cara baru untuk…
Terbaru

Ikuti Kami
Kategori
Berita Buku Cuat-Cuit Feature Film Fotografi Grafis Infografik Karya Liputan Literatur Loka Merindink Opini Persona Publisistik Redaksiana Resensi Seka Teater
Tags
AKSARA 2024 Bengkel Jurnalistik Bengkel Sastra berita Cerita Pendek Cerpen cuat-cuit fakultas sastra fakultas sastra USD Film Fotografi horor infografik Jurnalis Karya karya mahasiswa liputan literatur Mahasiswa mahasiswasanatadharma Mahasiswa Sanata Dharma merindink novel opini Puisi rekomendasi resensi resensi film sanata dharma Sasindo sastra Sastra Indoensia Sastra Indonesia SastraIndonesia sastra inggris seka Semesta dalam Kacamata Sastra seminar SMA Seminari Menengah St. Petrus Canisius Mertoyudan Magelang syukuran wisuda teater tips universitas sanata dharma usd Yogyakarta
Tentang KataKarsa

KataKarsa
KataKarsa adalah portal berita yang dikelola oleh UKPS Bengkel Jurnalistik, Program Studi Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Sanata Dharma Yogyakarta.

Cari
Jangan Lewatkan!











