Kategori: Karya

  • Luka Diakhir Tahun

    Penulis: Yeni Karlina Harap Kiranya cemburuku yanag serakah ini tidak menyakiti hatimu Kiranya egoku yang selalu ingin bersamamu tidak mengekangmu Kiranya obesesiku akan dirimu tidak membuatmu pergi Maaf aku terlalu brutal dalam mencintaimu Maaf sayangku terlalu penuh untuk melepasmu Saya harap alam dan seisinya tidak menentang Saya harap, harapan tidak pudar Saya harap waktu tidak…

    Lanjutkan Membaca

  • Kuburan Jiwa Amatir

    Kuburan Jiwa Amatir

    Sudah Sampai Aku selalu dihina oleh pikiranku Aku selalu dipuji oleh mataku ketika aku menatap cermin Aku dipuji dan dihina secara kekeluargaan oleh pemikiranku Aku tak pernah menentang hinaan itu dan atas pujinya, aku selalu berucap amin Surya singgah di gubukku, aku menawarinya secangkir hujan Lalu kami menyeruput omong kosong Yang telah disediakan dalam secangkir…

    Lanjutkan Membaca

  • Pengganggu Jalan

    Pengganggu Jalan

    Hampa, ya? Tanyamu tertatih Sekedar berpandangan Ingin teriak Sayangnya tertahan Suara itu berhenti di leher Tersekat dan terikat Lalu apa makna bahagia? Mengapa tumbuh ragu? Siapa yang layak pegang kendali? Suara itu Suara-suara yang hinggap di kepala itu Mengikat aksara di dada Tertahan tanpa mulut bersuara Aku terperosok, katanya Akhirnya ia bersuara Jalan depan mata…

    Lanjutkan Membaca

  • Terik Surya

    Terik Surya

    Karya sastra puisi oleh Hendrika Yulce Jingga Timur Sinar Jingga dari timur menyelinap Teduh menyinari kenari dalam lelap Kerucut kecil racau berucap Mata tersentak badan Bedegap Racau gamang kecil mencari induk Cokol pada Ibu dalam nyenyak Jingga Timur meninggi tegak Kembali racau anak menguak Jingga Timur bersiaga Terbang Mencari kenyang untuk perut anak Datang Induk…

    Lanjutkan Membaca

  • Timbunan Rindu Anak Pemalu

    Timbunan Rindu Anak Pemalu

    Merantau Merantau bukan lagi hal asing bagi pelajar dan pekerja Tinggal di atas tanah orang Bernafas dengan udara lingkungan orang Dan tinggal diruangan 3×3 Tempat dia makan Tempat dia belajar Tempat dia tertawa Tempat dia menangis Dan tempat dia menumpuk rindu Ingin sekali rasanya dia berkata “Ma, pa aku lelah merantau” Namun kalimat itu tidak…

    Lanjutkan Membaca

  • Memanah Gulita

    Memanah Gulita

    Kala itu sebelum memanah gulita “Ahahahaha” Suara itu masuk di telinga Penuh canda dan tawa Kegembiraan bersatu padu Berlari menjauhi kedukaan Detik per detik Waktu demi waktu Melalui berbagai jalan Terang lalu meredup Cahaya putih itu masuk dalam dirinya Segala pekat pudar begitu saja Luka terbuang seutuhnya Kecamuk mati tak terhingga Gagal Usahanya menahan cahaya…

    Lanjutkan Membaca

  • Pulang

    Pulang

    “Kapan pulang?”  Akhir-akhir ini pertanyaan itu tersesat di kepala saya. Saya tidak tahu pulang mana yang mereka maksud. Apakah pulang selalu menunjukkan tempat? Saya tidak tahu kemana saya harus pulang. Mereka bilang pulang selalu berartikan rumah. Saya belum memiliki rumah. Dan mungkin tidak akan pernah.  Saya menatap jendela perpustakaan. Di luar sana langit sangat cerah.…

    Lanjutkan Membaca

  • Hamparan Luka Diakhir Pekan

    Penulis : Yeni Karlina Luka yang kurindu Kubaringkan tubuhku Di atas ranjang yang terasa sangat nyaman Kupejamkan mataku Mencoba mencari bayang wajahmu Dan dalam gelapnya malam Kusapa bintang dan bulan yang datang bersamaan Aku tersenyum mengingat semua permulaan Aku menangis mengingat akhir yang menyakitkan Bintang tersenyum padaku Dan bulan berbisik menghiburku Malam sudah sangat larut…

    Lanjutkan Membaca

Tentang KataKarsa

KataKarsa adalah portal berita yang dikelola oleh UKPS Bengkel Jurnalistik, Program Studi Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Sanata Dharma Yogyakarta.

Cari