Tag: fakultas sastra USD

  • Tak Selamanya Perempuan Bisa Diukur

    Tak Selamanya Perempuan Bisa Diukur

    Di sebuah dunia yang sering meminjamkan suara untuk menentukan hidupnya, seorang perempuan berdiri dengan diam yang tegar. Sejak kecil ia diajari banyak hal. Tentang cara berjalan yang pelan, cara berbicara yang sopan, dan cara menyimpan keinginan agar tidak dianggap berlebihan. Seolah dunia sedang menulis begitu banyak aturan di tubuhnya, juga di kepalanya

    Lanjutkan Membaca

  • Empat Hal Tersembunyi dalam Animasi Lokal Adit, Sopo, dan Jarwo

    Empat Hal Tersembunyi dalam Animasi Lokal Adit, Sopo, dan Jarwo

    Saat banyak tayangan anak yang serba cepat, berwarna, dan kurang substansi, animasi lokal Adit, Sopo, dan Jarwo hadir dengan sesuatu yang berbeda. Selain menghibur, animasi ini juga membawa banyak pesan yang sering terlewatkan oleh penonton. Di balik tingkah lucu karakter-karakternya, ada makna yang lebih dalam soal kehidupan sosial, moral, sampai realita masyarakat Indonesia. Apabila kita…

    Lanjutkan Membaca

  • Rindu yang Menyentuh Langit

    Rindu yang Menyentuh Langit

    Pada senyap malam, namamu jatuh seperti embun Menyentuh hati yang tak pernah benar-benar tenang Ada bayangmu di setiap hembusan angin Seakan kau menitipkan rindu yang tak sempat terucap Langit menjadi saksi betapa jarak membuatku kecil Namun cinta membuatku bertahan Di antara gelap, aku mencari cahaya wajahmu Walau hanya melalui ingatan Setiap kenangan menjadi nyala kecil…

    Lanjutkan Membaca

  • Pagi yang Membawa Tawa

    Pagi yang Membawa Tawa

    Matahari mengintip genit di balik awan, seolah ingin mengajak hari bermain. Burung-burung ramai bernyanyi riang, membuat udara penuh rasa hangat dan angin manis. Di jalan kecil yang ramai cahaya, langkah kita terasa lebih ringan. Pagi ini seperti hadiah sederhana mengingatkan bahwa bahagia mudah ditemukan Thumbnail by Pinterest Joanna Intara

    Lanjutkan Membaca

  • Ketika Tubuh Puan Tak Lagi Merdeka

    Ketika Tubuh Puan Tak Lagi Merdeka

    Tubuhnya bukan undangan,bukan pula alasan yang bisa dibaca sembarang mata.Sang Puan bukan milik siapa pun,selain dirinya sendiri. Kain yang ia kenakantak pernah menentukan nilainya,panjang atau pendek,terbuka atau tertutup,tak satu pun mengurangi cahaya yang ia bawa sejak lahir. Ia berharga bukan karena sopan pandangan orang,tapi karena ia hidup, bernapas, dan merasa.Karena jantungnya tahu cara bertahan,di dunia…

    Lanjutkan Membaca

  • Perempuan yang Direnggut Malam

    Perempuan yang Direnggut Malam

    Ia pulang membawa senyap,bukan oleh malam,tapi oleh tangan-tangan yang tak diundang.Langit di dadanya runtuh tanpa suara,dan dunia pura-pura tak melihat apa yang patah. Ada jejak yang tak tampak di kulit,namun menetap lama di ingatan.Seperti hujan yang jatuh terlalu deras,bukan membasahi,tapi mengikis perlahan rasa aman. Ia belajar menunduk bukan karena lemah,tapi karena dunia sering menatapnya tanpa…

    Lanjutkan Membaca

  • Tips Menjaga Daya Tahan Tubuh dengan Empat Macam Obat Alami

    Tips Menjaga Daya Tahan Tubuh dengan Empat Macam Obat Alami

    Kondisi tubuh yang lemah tentu bisa menghambat aktivitas sehari-hari. Yuk, simak beberapa obat alami yang bisa membantu menjaga dan meningkatkan imun tubuhmu! 

    Lanjutkan Membaca

  • Drama Korea (2026) “Can This Love Be Translated?” : Antara Bahasa dan Cinta

    Drama Korea (2026) “Can This Love Be Translated?” : Antara Bahasa dan Cinta

    Drama Korea Can This Love Be Translated? merupakan drama terbaru yang disutradarai oleh Yo Young Eun yang tayang perdana di Netflix pada 16 Januari yang lalu. Drama ini dibintangi oleh Kim Seon-ho dan Go Youn-jung dan sukses menyita perhatian.

    Lanjutkan Membaca

  • Saat Dunia Menutup Mata

    Saat Dunia Menutup Mata

    Berhentilah menunjuk tubuhku,seolah ia alasan bagi kebiadabanmu.Berhentilah mengukur nilai perempuan,dari panjang kain dan arah pandangan. Tubuhku bukan kartu undangan,bukan pengakuan,bukan alasan bagi kekerasan yang kau sembunyikan –di balik kata khilaf,hingga tak ada permintaan maaf. Aku mati di dunia,yang lebih cepat menyalahkanku,daripada menegur mata dan tanganmu,yang lebih sibuk mengatur pakaianku,daripada menghentikan tindak najismu. Dengarlah sialan.Aku tidak…

    Lanjutkan Membaca

  • Jejak yang Tak Sepenuhnya Hilang

    Jejak yang Tak Sepenuhnya Hilang

    Di antara pagi yang masih berkabut,Kupijak jalan yang pernah kita lewati bersama.Ada desir kenangan yang tiba-tiba kembali,Menyentuh pelan ruang hati yang tak pernah benar-benar sembuh.Waktu bergerak seperti aliran sungai,Namun beberapa arusnya tetap membawa namamu. Di sudut kota yang tak lagi sama,Bayangmu sesekali muncul di antara langkah orang asing.Aku berhenti sejenak, mencoba meraba masa lalu,Tapi ia…

    Lanjutkan Membaca