,

ELITE 2026: Hadir Menjadi Warna dalam Mimpi

Sabtu, 17 Oktober 2026, Himpunan Mahasiswa Program Studi Sastra Inggris (HMPS Sasing) Universitas Sanata Dharma kembali menggelar ajang tahunan English Letters Event and Competition (ELITE) 2026.

Sabtu, 17 Oktober 2026, Himpunan Mahasiswa Program Studi Sastra Inggris (HMPS Sasing) Universitas Sanata Dharma kembali menggelar ajang tahunan English Letters Event and Competition (ELITE) 2026. Seperti penyelenggaraan tahun-tahun sebelumnya, perhelatan ini diselenggarakan sebagai langkah strategis untuk mengenalkan Program Studi Sastra Inggris Universitas Sanata Dharma secara lebih luas kepada khalayak umum. Pada penyelenggaraan kali ini, ELITE mengusung tema besar “Velvet Fest”  yang membawa seluruh penonton kembali merasakan atmosfer awal tahun 2000-an, yakni sebuah masa yang sangat identik dengan nuansa warna-warni keceriaan, kebebasan, dan semangat meraih mimpi.

Rangkaian acara ELITE 2026 dimulai dengan pelaksanaan berbagai jenis kompetisi yang diikuti oleh para pelajar dari tingkat SMA sederajat se-Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) sejak siang hingga sore hari. Kegiatan kompetitif tersebut kemudian dilanjutkan dengan Night Fest sebagai panggung puncak perayaan pada malam hari, yang menghadirkan dua bintang tamu utama, yakni grup musik Langit Sore dan Car Crash Coma.

Baca juga: Mahasiswa Sastra Inggris USD Guncang Panggung Lewat “The Ballad of Sweeney Todd”

Eva, selaku Wakil Ketua Program Studi (Wakaprodi) Sastra Inggris, menyampaikan apresiasi serta harapannya kepada seluruh pihak yang telah terlibat. “Ayo lakukan yang terbaik untuk merayakan hasil kerja keras dari teman-teman semua,” ujarnya memberi semangat.

Sesi Night Fest resmi dibuka pada pukul 16.30 WIB dengan pembukaan oleh pembawa acara, dilanjutkan dengan penyampaian sambutan dari  Wakaprodi Sastra Inggris. Suasana panggung kemudian semakin meriah dengan penampilan tari dari Unit Kegiatan Fakultas (UKF) Literature in Rhythm Organization (LITRO) sebagai bentuk kontribusi menjadi perwakilan atas kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan dalam fakultas. Selain menghadirkan bintang tamu nasional, ELITE 2026 turut dimeriahkan oleh penampilan talenta mahasiswa Sastra Inggris yang tergabung dalam Unit Kegiatan Program Studi El Music Organization (ELMO). 

Di pertengahan acara, panitia membacakan pengumuman pemenang kompetisi yang telah dilaksanakan pada siang hari. Setelah pengumuman usai, acara dilanjutkan dengan prosesi penyerahan sertifikat, hadiah, dan sesi dokumentasi bersama para pemenang. Usai penyerahan penghargaan, penampilan Car Crash Coma berhasil menghidupkan kembali suasana panggung dengan lagu-lagu energik yang mendongkrak antusiasme penonton untuk ikut bernyanyi, menari, dan bersorak bersama dalam kebahagiaan.

Di balik kemeriahan panggung, penyelenggaraan ELITE 2026 tentu memiliki dinamika dan tantangan tersendiri bagi pihak penyelenggara. Eugene, salah satu panitia acara, mengungkapkan bahwa aspek komunikasi menjadi salah satu kendala utama selama proses persiapan hingga pelaksanaan acara berlangsung.

“Tantangan acara ELITE 2026 ada di komunikasinya aja. Nah, ini yang bikin sering misinformasi antarpanitia dan bikin panitia yang lain bingung. Harapannya untuk angkatan ke depannya supaya bisa membangun komunikasi yang baik dan melanjutkan ELITE 2027,” ungkap Eugene.

Meski terdapat kendala internal, antusiasme penonton tetap menjadi bagian penting dari keberhasilan acara ini. Steven, salah satu pengunjung yang hadir, menyampaikan dukungannya agar acara ini terus berlanjut. “Semoga bisa tetap maju, sukses, dan lancar terus,” katanya.

Melalui rangkaian kompetisi dan pertunjukan seni, ELITE 2026 sukses menjadi ruang bagi mahasiswa untuk berkarya sekaligus memperluas pengenalan kampus kepada masyarakat. Seluruh rangkaian Night Fest resmi berakhir pada pukul 22.00 WIB dengan penampilan Langit Sore sebagai penutup. Lagu-lagu bernuansa nostalgia yang dipersembahkan berhasil menutup malam tersebut dengan manis, meninggalkan kesan mendalam bagi seluruh pengunjung yang hadir.

Redaktur: Chatarina Ririn Dewi Anggraini

Editor: Aisha Ayu Sakiawuni

Thumbnail: Dokumentasi Irin

Tentang Penulis

Tentang Penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *