Notice: Fungsi _load_textdomain_just_in_time ditulis secara tidak benar. Pemuatan terjemahan untuk domain rishi dipicu terlalu dini. Ini biasanya merupakan indikator bahwa ada beberapa kode di plugin atau tema yang dieksekusi terlalu dini. Terjemahan harus dimuat pada tindakan init atau setelahnya. Silakan lihat Debugging di WordPress untuk informasi lebih lanjut. (Pesan ini ditambahkan pada versi 6.7.0.) in /home/katakars/public_html/wp-includes/functions.php on line 6131
SMA Seminari Menengah St. Petrus Canisius Mertoyudan Magelang Arsip - KataKarsa

SMA Seminari Menengah St. Petrus Canisius Mertoyudan Magelang

6 Results

Menyadari Integritas Manusia Lewat Refleksi Eksistensi Semesta

Refleksi adalah salah satu kelebihan manusia sebagai makhluk ciptaan dengan martabat tertinggi di dunia. Refleksi selalu ada dalam diri setiap manusia karena sifat reflektif membuat jiwa manusia itu hidup. Seandainya manusia tidak memiliki sisi reflektif, tak mungkin ia dapat hidup, terlebih di zaman sekarang yang serba digital. Simon Sinek, seorang pengarang Inggris-Amerika, berkata bahwa saat ini manusia hidup di masa yang sulit. Ia mendapati bahwa saat ini para remaja perlu berjuang melawan ego mereka yang membuat mereka menjadi pribadi yang agresif. Hal itu meningkatkan kecemasan dalam diri setiap manusia, terlebih orang tua. Salah satu cara efektif untuk melawan sifat egois manusia ialah refleksi. 

Melihat Karya Tanpa Aksi Nyata

Alam sangatlah luas. Luas dari alam itu telah memberikan banyak keindahan yang dapat dirasakan oleh indra manusia. Bahkan, alam di sekitar kita pun juga masih banyak yang belum dapat terjamah, misalnya penjelajahan laut secara menyeluruh. Sejauh ini, baru sekitar 20% laut yang dapat dijelajahi oleh manusia, sementara 80% sisanya masih belum dapat dijangkau. Hal ini menunjukkan bahwa masih banyak bagian dari alam  yang belum tersentuh oleh manusia.

Nihilisme dalam Dinamika Alam yang Dinamis

Pada mulanya hanya terdapat singularitas awal berupa helium dan hidrogen di tatanan kosmik. Beberapa dekade kemudian terjadi penarikan antarpartikel pada suatu titik, dengan suhu sekitar satu juta derajat celcius. Kemudian pada titik tersebut terjadi ledakan dahsyat dengan menyebarkan partikel ke seluruh penjuru. Selama peristiwa itu, terjadi rekonstruksi kosmik di mana terbentuk gugus bintang dan galaksi di seluruh alam semesta yang dikenal sebagai supernova. Bumi saat itu masih berupa awan dan lahar panas sehingga mustahil untuk ditempati makhluk hidup. Namun, bumi terus berevolusi secara alamiah yang menyebabkan tercipta suatu partikel penunjang kehidupan perdana. Salah satu yang terbentuk ialah alam yang di dalamnya terkandung elemen bagi kehidupan. Alam sebagai suatu entitas menjadi penunjang setiap elemen di dalamnya dan agen penyeimbang bagi ekosistem bumi. 

Membuka Mata akan Luasnya Makna Semesta

Alam semesta memiliki kompleksitas yang khas. Tidak melulu soal apa yang ada di luar bumi, melainkan juga apa yang ada di dalam bumi. Semuanya seolah berjalan dengan sendirinya, tentu dengan autentisitas masing-masing. Manusia turut tinggal di dalam kompleksitas yang autentik tersebut. Bukan hanya tinggal, tetapi manusia juga hidup bersamanya. Secara langsung maupun tidak langsung, manusia terlibat dalam dinamika alam sekitarnya. 

Budi Daya Iman dan Penemuan akan Tuhan Melalui Alam

Allah menciptakan segenap alam raya baik adanya. Setiap sudut di muka bumi memiliki keindahan alam dengan ciri khasnya masing-masing, seperti gurun, padang rumput, es, laut, dan masih banyak lagi. Dalam Kitab Kejadian, tertulis bahwa manusia diciptakan pada hari keenam setelah Tuhan menciptakan bumi, langit, dan segala isinya. Manusia pertama, Adam, dan istrinya, Hawa, hidup di taman yang digambarkan sangat indah, yaitu Taman Eden. Adam dan Hawa selalu hidup berdampingan dan terikat dengan alam, mulai dari hidup sejahtera sampai akhirnya berbuat dosa. Sejak awal mula bumi diciptakan, manusia selalu hidup berdampingan dengan alam.