Kamar Mandi Setelah Senja, Saksi Bisu yang Mendebarkan Seorang Mahasiswa

Cerita ini berangkat dari mahasiswa baru angkatan ‘25 di salah satu prodi kampus swasta yang cukup terkenal di Yogyakarta, sebut saja namanya Melati. Hal ini terjadi pada saat Melati sedang mengikuti inisasi prodi (insipro) yang mewajibkan mahasiswanya untuk menginap di kampus.  Insipro di jurusan Melati ini terbagi menjadi beberapa tahap dan acara, salah satunya adalah…

Cerita ini berangkat dari mahasiswa baru angkatan ‘25 di salah satu prodi kampus swasta yang cukup terkenal di Yogyakarta, sebut saja namanya Melati. Hal ini terjadi pada saat Melati sedang mengikuti inisasi prodi (insipro) yang mewajibkan mahasiswanya untuk menginap di kampus. 

Insipro di jurusan Melati ini terbagi menjadi beberapa tahap dan acara, salah satunya adalah kemah besar seperti anak sekolah yang menginap di kampus. Selama mengikuti kegiatan kemah ini, awalnya Melati tidak menemukan kejanggalan apa pun. Ia tetap asyik mengikuti setiap kegiatan bersama teman-temannya dari pagi hingga sore hari.

Menjelang petang, tepatnya saat waktu menunjukkan setelah magrib, semua mahasiswa diperbolehkan mengambil waktu untuk istirahat, bersih-bersih, dan juga menunaikan ibadah sholat salat bagi yang menjalankan.

Melati memilih untuk mandi terlebih dahulu, membersihkan diri dari lelahnya berkegiatan sepanjang hari. Tak ada peraturan khusus tentang pemilihan kamar mandi. Akhirnya, Melati memilih kamar mandi di ujung lorong setelah tangga, lokasinya dekat dengan sebuah taman belakang dan kantin kampus.

Baca juga: 3 Rekomendasi Es Segar di Jogja yang Cocok Dinikmati Saat Cuaca Panas

Untuk informasi, kamar mandi yang digunakan Melati ini dindingnya tidak seperti kamar mandi yang biasa kita kenal–yaitu tertutup sepenuhnya. Kamar mandi di gedung kampus ini temboknya hanya setengah, alias tidak tertutup ke atas sampai atap sehingga seperti masih ada celah yang bisa digunakan untuk melihat bagian luar.

Tak ada yang aneh dan mencurigakan selama Melati mandi, ia tetap santai membersihkan diri tanpa merasa takut sedikit pun. Hingga pada saat Melati selesai mandi, ia ingin mengambil handuk yang menggantung di tembok kamar mandi tersebut.

Entah firasat atau perintah dari mana, Melati memiliki keinginan kuat untuk melihat ke arah pojok kamar mandi–karena temboknya yang tidak tertutup penuh sampai atap, membuatnya bisa melihat ke arah setengah luar biliknya.

Hilanglah detak jantung Melati sepersekian detik ketika melihat ke arah pojok kamar mandi tersebut. Wujud badan besar, hitam, dan berambut panjang sedang melihat ke arah Melati. Sosok tersebut berada di pojok atas, menempel di dinding kamar mandi.

Tak mengerti harus bereaksi seperti apa, akhirnya Melati memutuskan untuk cepat-cepat mengenakan pakaian dan segera meninggalkan kamar mandi tersebut dalam keadaan yang mungkin setengah mengembalikan kesadaran akan apa yang terjadi.

Editor: Olivya Permata Agustina

Thumbnail: Canva (Tim Artistik Bengkel Jurnalistik)

Tentang Penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tentang KataKarsa

KataKarsa adalah portal berita yang dikelola oleh UKPS Bengkel Jurnalistik, Program Studi Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Sanata Dharma Yogyakarta.

Cari