Tag: Karya

  • Kandasnya Nyoblos Perdana, Buat Hati Merana

    Kandasnya Nyoblos Perdana, Buat Hati Merana

    “Iya, kalo mau nyoblos di sini harus ada surat pindahnya, Mbak. Maaf ya,” kata panitia TPS di kampusku. Keluar dari TPS, aku langsung nangis sambil nyerocos ke temanku karena ternyata aku betul-betul gak bisa nyoblos.

    Lanjutkan Membaca

  • Pejuang Luka

    Pejuang Luka

    Sudah menanah bahkan berdarah-darah Si ksatria yang janjinya tak kenal lelah Menebas pedang di medan tanpa tau arah Nyatanya tersudut di dorong ungkapan menyerah Sudah … Kakimu menjerit, tak sanggup lagi melangkah Penghabisan darah tak akan mengubah Dan setiap luka adalah tentang hatimu yang terbelah Tuhan berpesan, tenanglah dirimu dan berserah Lihatlah langit malam yang…

    Lanjutkan Membaca

  • Reruntuhan Kenangan

    Reruntuhan Kenangan

    Di balik pintu kayu bertatahkan mimpi, Rumah kita berdiri, penuh cinta dan sinar senja. Namun, di bawah atap yang rapuh, Tersembunyi rahasia yang memudar warna. Bicara kebohongan terpintal di antara dinding, Rumah itu runtuh dalam derai kepercayaan. Dia, sang pujangga dusta, Membangun tembok palsu di antara kita. Seiring waktu, jendela itu tertutup rapat, Menutupi pandangan…

    Lanjutkan Membaca

  • Hidup adalah sebuah Permainan yang Sebagai Pion adalah Kita

    Hidup adalah sebuah Permainan yang Sebagai Pion adalah Kita

    Aku pernah berfikir permainan ular tangga. Aku berpikir itu hidub yang harus kita lalui. Kadang kala maju, mundur, ke atas, dan ke bawah. Dan jalan kita sesuai dadu yang didapat. Namun kita tetap harus melaluinya. Aku bisa menikmati permainan itu, kadang kesal, sedih, kecewa, ataupun gembira. Tetapi tujuan kita cuman satu “Finish”. (kehidupan abadi) Karya:…

    Lanjutkan Membaca

  • Tangis Alam Raya

    Tangis Alam Raya

    Meratap pilu pada badai sendu perapian tempo lalu Peraduan api menjadi serupa tarian yang begitu menggebu Lihat, lihai sekali jingga itu meliuk-liuk merdu Pada bentala yang baranya menggaung-gaung Meski didengar pula ratapan pilu atas mereka yang menjadi abu Bagaikan dentum meriam yang memekak telinga Rintihan air kembali terdengar tanpa jeda Mereka mengesah pada hidup yang…

    Lanjutkan Membaca

  • Surat Cinta Dari Alengka

    Surat Cinta Dari Alengka

    Dikebumikan tulus yang daku berikan Sinta, lupakah kau rasanya dicinta? Atau pada akhirnya, aku tak nyata bagimu adinda? Ah diriku gundah gulana   Bersamamu ribuan purnama berlalu Sinta, sudahkah kau mencintaiku? Atau panah Sri Rama tertanam begitu dalam di jantungmu? Ah rasaku tak mampu   Biar semesta menyadari perbedaan yang nyata Rama yang mengorbankanmu demi…

    Lanjutkan Membaca

  • Pergi Saja

    Pergi Saja

    Ini sudah berakhir Jangan lagi berpikir Kemasi barangmu Pergi bersamaku ke tempat baru Memang jauh Namun terdapat obat ampuh Kamu menderita Usulku pergi saja Buang rasa yang tersisa Kamu pantas bahagia Jadi mari pergi saja Jangan pernah menangis Kamu terlihat seperti pengemis Meminta secuil rasa Yang sebenarnya hampa Minta saja asa dalam diri Sebagai pegangan…

    Lanjutkan Membaca

  • Atas Nama Selain Jingga

    Atas Nama Selain Jingga

    Atas nama selain jingga Tolong beritahu senja untuk membiarkan malam datang Diatas sana awan menjerit atas tugasnya yang tak sudah-sudah Katakan pada senja bahwa sang bintang menanti panggung miliknya   Atas nama selain jingga Beritahu senja bahwa egonya menyakiti segala yang ada Sang senja serakah, kata kalong yang kelaparan Sang senja egois, kata sahabatnya malam…

    Lanjutkan Membaca

  • Pertemuan Kita

    Pertemuan Kita

    Aku ingin memutar waktu  Waktu Ketika radar ku berhasil menemukanmu  Entah apa yang membuat ku menemukanmu Di sebuah Gedung yang penuh dengan buku.    Aku ingin menemuimu lagi  Seperti waktu pertama kali  Di Gedung perpustakaan lantai satu  Tanpa berfikir kita kan bersatu  Namun apa yang telah dikatakan waktu  Kini kita telah menjadi sekutu dalam ruang…

    Lanjutkan Membaca

  • Pelindung Diriku?

    Pelindung Diriku?

    Saat hari t’lah kehilangan mentari Seorang gadis tak lagi menari Pancaran cahaya terakhir mentari Membuatnya melihat gadis lain menari Jiwanya t’lah lama mati Namun berusaha bangkit kembali Sulit untuk berlari dan menari Namun, setidaknya ia mampu tuk berdiri   Gulita telah menyelimuti Namun, jiwanya masih mencari mentari Tersenyum bagai lahir kembali Dengan pelindung yang t’lah…

    Lanjutkan Membaca

Tentang KataKarsa

KataKarsa adalah portal berita yang dikelola oleh UKPS Bengkel Jurnalistik, Program Studi Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Sanata Dharma Yogyakarta.

Cari