Tangis Alam Raya

Meratap pilu pada badai sendu perapian tempo lalu Peraduan api menjadi serupa tarian yang begitu menggebu Lihat, lihai sekali jingga itu meliuk-liuk merdu Pada bentala yang baranya menggaung-gaung Meski didengar pula ratapan pilu atas mereka yang menjadi abu Bagaikan dentum meriam yang memekak telinga Rintihan air kembali terdengar tanpa jeda Mereka mengesah pada hidup yang…

Meratap pilu pada badai sendu perapian tempo lalu

Peraduan api menjadi serupa tarian yang begitu menggebu

Lihat, lihai sekali jingga itu meliuk-liuk merdu

Pada bentala yang baranya menggaung-gaung

Meski didengar pula ratapan pilu atas mereka yang menjadi abu

Bagaikan dentum meriam yang memekak telinga

Rintihan air kembali terdengar tanpa jeda

Mereka mengesah pada hidup yang menjadi nista

Sebab kotornya mereka membaui seisi buana

Ibu pertiwi pun mengadu dan mengeluh

Pada kamu kamu yang gemar kepalang gemuruh nan riuh

Demi menyerut hasrat ria yang ampas, kau jilat mereka di singgasana

Tak sepintas pun kamu pikirkan 

Tangisan hampa atas mereka yang hampir binasa

Karya: Sabina Lintang

Tentang Penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *