Kategori: Karya

  • Sepucuk Pesan dari Hujan

    Sepucuk Pesan dari Hujan

    Udara dingin malam ini terasa menusuk dengan cuaca tidak mendukung. Hal itu terekam jelas di netra indah milik seorang gadis yang sedang berjalan di antara banyaknya orang berlalu lalang. Kabut tebal seakan menjadi penghalang perjalanannya hingga kakinya berhenti pada sebuah bangunan klasik dengan interior kebarat-baratan. Dibukanya pintu bertuliskan open, semerbak aroma kopi mampu membuat siapa…

    Lanjutkan Membaca

  • Pejuang Luka

    Pejuang Luka

    Sudah menanah bahkan berdarah-darah Si ksatria yang janjinya tak kenal lelah Menebas pedang di medan tanpa tau arah Nyatanya tersudut di dorong ungkapan menyerah Sudah … Kakimu menjerit, tak sanggup lagi melangkah Penghabisan darah tak akan mengubah Dan setiap luka adalah tentang hatimu yang terbelah Tuhan berpesan, tenanglah dirimu dan berserah Lihatlah langit malam yang…

    Lanjutkan Membaca

  • Reruntuhan Kenangan

    Reruntuhan Kenangan

    Di balik pintu kayu bertatahkan mimpi, Rumah kita berdiri, penuh cinta dan sinar senja. Namun, di bawah atap yang rapuh, Tersembunyi rahasia yang memudar warna. Bicara kebohongan terpintal di antara dinding, Rumah itu runtuh dalam derai kepercayaan. Dia, sang pujangga dusta, Membangun tembok palsu di antara kita. Seiring waktu, jendela itu tertutup rapat, Menutupi pandangan…

    Lanjutkan Membaca

  • Dikaki Bukit

    Dikaki Bukit

    Dikaki bukit itu aku termenung Menatap hamparan sawah hijau menjulang Bergoyang melambai penuh kehidupan Terkenang akan masa yang tlah menjadi kalbu Panas terik matahari menyengat kulit, Teringat tawa, teringat canda Membuatku terpana akan indahnya masa itu Memori lama yang hampir terlupakan Dikaki bukit itu aku menatap Tubuh lusuh anak-anak, berteriak-teriak Penuh gairah dan semangat Membawa…

    Lanjutkan Membaca

  • Aku Tak Mengerti

    Aku Tak Mengerti

    Malam ini aku tak kunjung melihat satupun bintang dan bulan menerangi langit dengan cahaya kasihnya, seperti hari – hari yang tak kunjung cerah  walaupun cahaya matahari menyinari dengan panas teriknya seperti sediakala Karya: Norfa Sintia

    Lanjutkan Membaca

  • Pelacak dari Surga

    Pelacak dari Surga

    malam yang sunyi  dalam jenggala gulita Sang Pelacak Surga mencari anak manusia yang terlena sungguh agung diri-Nya  makhluk keji pun tetap Ia cari anak manusia yang terlena  kini dia terjebak dalam benci hati manusia yang membusuk jiwa yang melihat gelap langkah manusia yang terantuk  terdengar suara ketuk pada pintu yang tertutup berharap terang akan tiba …

    Lanjutkan Membaca

  • Lukisan Jiwa

    Lukisan Jiwa

    Gelora pikiran yang mengalun tak terpendam Tenggelam penuh tanya Entah batin yang mengambang Terlukis harapan yang hampir sirna Teringatku akan kenangan yang penuh tawa Pancaran sinar yang penuh kegembiraan Kini hanyut entah kemana hilirnya Jiwa yang bergema, raga yang membalah Namun tak mampu melangkah Coretan kecil yang melukiskan jiwa Sajak angin berembus menorehkan lara Duri…

    Lanjutkan Membaca

  • Januari Kala Itu

    Januari Kala Itu

    Langit kelabu di atas Rintik hujan Kabut tipis mengelilingi Tak banyak yang berlalu-lalang Di bawah payung kecil Satu untuk dua Berdiri berdekatan, berjalan beriringan Jantung berdegup Saling melirik, tersenyum canggung Suaranya candu Terasa hangat Kurekam semuanya dengan jelas Sendirinya sadar Semua ini tak akan terulang lagi Karya: Adela Helga 

    Lanjutkan Membaca

  • Rumah Masa Depan

    Rumah Masa Depan

    Aku hanyalah gadis kecil Yang terlalu lelah berkelana Menyeret langkah demi langkah Tanpa tahu kemana arah Jika engkau pernah bertanya Apakah arti sebuah rumah Tak tahu adalah jawabku Apabila kelak aku pulang Kuharap engkau adalah rumahku Karya: Helena Setiasari

    Lanjutkan Membaca

  • DENDAM MELEGAM

    DENDAM MELEGAM

    00:00 Hening dan berisik Terdengar seperti lagu klasik Terulang-ulang kaset rusak Tetiba rasa sesak Seperti diambang kematian Semua-mua menjadi pikiran dan berakhir sia-sia Selalu merunduk dan tertutup, diam tak mau menyahut sendiri bertahan, terjerat, lalu hanyut  .          .         . Ingatan Sial Mataku merasa tidak adil Kaki bergerak bebas…

    Lanjutkan Membaca