Penulis: Alfina Shalsa Damayanti

  • Misteri di Balik Dinding Kamar Asrama yang Tak Pernah Sepi 

    Misteri di Balik Dinding Kamar Asrama yang Tak Pernah Sepi 

    Kisah ini diceritakan oleh seorang laki-laki yang dulu bersekolah di SMP berasrama daerah Temanggung, sebut saja namanya Tono. Tono memiliki seorang teman dan mengalami hal ini di kamar asramanya, semasa mereka masih duduk di bangku SMP tersebut. Asrama di sekolah Tono memiliki tampilan biasa saja, seperti bangunan asrama yang biasa kita tahu selama ini. Lingkungan…

    Lanjutkan Membaca

  • Dua Lift, Tapi Hanya Satu yang Bisa Diandalkan

    Dua Lift, Tapi Hanya Satu yang Bisa Diandalkan

    Aku seorang mahasiswa yang belakangan ini jadi terbiasa mengecek terlebih dahulu sebelum berangkat kuliah, bukan mengecek jadwal kelas, melainkan mengecek apakah lift Gedung Sastra (Gedsas) sedang berfungsi atau tidak.  Melalui tulisan ini, aku ingin menyampaikan keluh kesah yang sepertinya sudah cukup lama dirasakan banyak mahasiswa, yaitu soal lift gedsas yang sering kali mati sebelah. Gedung…

    Lanjutkan Membaca

  • Kamar Mandi Setelah Senja, Saksi Bisu yang Mendebarkan Seorang Mahasiswa

    Kamar Mandi Setelah Senja, Saksi Bisu yang Mendebarkan Seorang Mahasiswa

    Cerita ini berangkat dari mahasiswa baru angkatan ‘25 di salah satu prodi kampus swasta yang cukup terkenal di Yogyakarta, sebut saja namanya Melati. Hal ini terjadi pada saat Melati sedang mengikuti inisasi prodi (insipro) yang mewajibkan mahasiswanya untuk menginap di kampus.  Insipro di jurusan Melati ini terbagi menjadi beberapa tahap dan acara, salah satunya adalah…

    Lanjutkan Membaca

  • Satu Galon untuk Empat Lantai, Adil atau Cuma Asal Ada?

    Satu Galon untuk Empat Lantai, Adil atau Cuma Asal Ada?

    Halo, aku seorang mahasiswa dari salah satu fakultas kampus swasta yang cukup terkenal di Yogyakarta, namanya Fakultas Sastra. Aku seorang mahasiswa yang setiap hari naik turun lantai entah memakai tangga atau lift demi satu hal sederhana: minum air putih.  Melalui tulisan ini, aku ingin menyuarakan keluh kesah yang mungkin juga dirasakan teman-teman di fakultas, yaitu…

    Lanjutkan Membaca

  • Ada yang Pergi dari Tatapan Gembul Malam Ini

    Ada yang Pergi dari Tatapan Gembul Malam Ini

    Di sebuah gang kompleks yang tak terlalu besar tetapi dipenuhi pot bunga retak dan suara pedagang bakso setiap sore, hiduplah seekor anjing cokelat berbulu lebat bernama Gembul. Ia bukan anjing penjaga yang galak ataupun anjing ras mahal yang sering dipeluk anak-anak kompleks. Gembul hanyalah anjing biasa dengan telinga sedikit turun dan kebiasaan tidur di depan…

    Lanjutkan Membaca

  • Payung Hitam dan Nama-Nama yang Belum Pulang

    Payung Hitam dan Nama-Nama yang Belum Pulang

    Payung-payung hitam itu kembali dibuka,di bawah langit yang terlalu lama pura-pura lupa. Mereka berdiri tanpa teriak,tanpa batu, tanpa amarah yang meledak-ledak,hanya tubuh-tubuh yang setia menjaga lukaagar sejarah tidak dikubur terlalu lama.  Di depan istana,angin membawa nama-namayang pernah dihapus dari percakapan negara. Nama-nama yang dulu dipanggil ibu mereka sebelum tidur,nama-nama yang pernah pulang membawa mimpi,lalu hilang…

    Lanjutkan Membaca

  • Tak Selamanya Perempuan Bisa Diukur

    Tak Selamanya Perempuan Bisa Diukur

    Di sebuah dunia yang sering meminjamkan suara untuk menentukan hidupnya, seorang perempuan berdiri dengan diam yang tegar. Sejak kecil ia diajari banyak hal. Tentang cara berjalan yang pelan, cara berbicara yang sopan, dan cara menyimpan keinginan agar tidak dianggap berlebihan. Seolah dunia sedang menulis begitu banyak aturan di tubuhnya, juga di kepalanya

    Lanjutkan Membaca

  • Rasayatra: Ketika Karya Mahasiswa Berbicara Lewat Ruang dan Rasa

    Rasayatra: Ketika Karya Mahasiswa Berbicara Lewat Ruang dan Rasa

    Mahasiswa Program Studi Pendidikan Seni Rupa Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) menggelar pameran bertajuk “Rasayatra” di sebuah coffee shop hidden gem yaitu, Teko.su Yogyakarta, pada hari Sabtu (9/5/2026).  Pameran yang merupakan bagian dari tugas mata kuliah Manajemen Seni Rupa ini menampilkan beberapa karya dua dimensi dari beberapa seniman muda, dan menjadikan ruang kafe sebagai panggung ekspresi…

    Lanjutkan Membaca

  • Cahaya Retak di Balik Kulit Nyonya

    Cahaya Retak di Balik Kulit Nyonya

    Nyonya berjalan seperti senja,tahu caranya meredup tanpa menghilang,yang menyimpan luka dalam lipatan napas,namun tetap melangkah,seolah dunia masih layak dipercaya. Tubuhnya ia rawat seperti taman,bukan untuk dipamerkan,bukan untuk dikunjungi,tapi karena ia hanya ingin pulang,dengan tenang ke dalamnya. Tak semua yang lembut berarti lemah,ada keteguhan dalam caranya diam,ada keberanian dalam caranya bertahan,meski banyak mata menilainya tanpa izin.…

    Lanjutkan Membaca

  • Perempuan yang Dipaksa Menjadi Sunyi

    Perempuan yang Dipaksa Menjadi Sunyi

    Katamu perempuan bukan objek.Ia diam bukan karena tak punya kata,hanya saja suaranya kerap dipatahkan,sebelum sempat menjadi doa. Ia menyimpan gemetar di balik napas yang rapi,menyimpan luka di balik malam sunyi,tak ada teriakan,tak ada perlawanan yang riuh,hanya hati yang berusaha –menahan beban yang tak pernah ia pilih. Mereka berkata,“Diamlah, itu akan berlalu.”Padahal yang berlalu hanyalah hari,sementara…

    Lanjutkan Membaca