Mata yang masih setengah terpejam, langkah kaki yang terburu-buru, dan transportasi yang harus dikejar sebelum subuh berakhir, itulah gambaran keseharian sebagian mahasiswa yang mendapat jadwal kelas pukul 07.00 pagi.
Lewat tulisan ini, salah satu mahasiswa ingin menyuarakan keresahannya terhadap sebuah pertanyaan yang mungkin sudah lama terbersit di benak banyak mahasiswa, yaitu seberapa perlu sebenarnya jadwal kuliah dimulai sepagi itu?
Status sebagai mahasiswa semestinya membawa perubahan dalam banyak hal, termasuk soal kemandirian dalam mengatur waktu dan ritme belajar. Namun, dengan masih adanya jam kuliah pukul 07.00 pagi, sebagian dari kami merasa pola hidup yang dijalani justru tidak jauh berbeda dengan masa sekolah menengah dulu.
Padahal, beban tugas, organisasi, hingga aktivitas lain di luar kelas yang dijalani mahasiswa jauh lebih kompleks dibandingkan saat masih duduk di bangku SMA.
Persoalan ini terasa semakin berat bagi teman-teman yang berstatus PP, alias pulang pergi dari rumah ke kampus, terutama yang jaraknya cukup jauh.
Demi mengejar kelas pukul 07.00, tidak sedikit dari mereka yang harus berangkat dari rumah saat hari masih gelap, menembus dinginnya udara pagi, bahkan terkadang harus melewati jalanan yang masih sepi dan kurang aman. Belum lagi risiko keterlambatan akibat kemacetan atau transportasi umum yang belum beroperasi penuh di jam-jam tersebut.
Kondisi ini tentu berdampak pada kualitas belajar itu sendiri. Mahasiswa yang datang dalam kondisi mengantuk, lelah, bahkan belum sempat sarapan, sulit untuk benar-benar fokus mengikuti materi perkuliahan.
Baca juga: 3 Tips Hidup Sehat
Alih-alih efektif menyerap ilmu, banyak yang justru menghabiskan jam pertama kelas hanya untuk menyesuaikan diri dari rasa kantuk dan lelah perjalanan.
Di sisi lain, kami sebagai mahasiswa sebenarnya memahami bahwa penyusunan jadwal kuliah tentu mempertimbangkan banyak faktor, mulai dari ketersediaan ruang kelas, jumlah dosen, hingga padatnya kurikulum yang harus dituntaskan dalam satu semester.
Namun, akan rasanya apabila pertimbangan tersebut turut memperhatikan kondisi nyata mahasiswa, terutama dari sisi jarak tempuh dan kesiapan fisik untuk memulai aktivitas belajar di pagi buta.
Bukan bermaksud menolak budaya disiplin atau menghindari tanggung jawab sebagai mahasiswa, ada baiknya jika kebijakan jadwal kuliah pukul 07.00 pagi ini kembali dikaji ulang, terutama untuk mata kuliah yang sebenarnya masih bisa digeser ke jam yang lebih optimal.
Sebab, belajar yang efektif semestinya tidak hanya soal seberapa pagi kelas dimulai, melainkan seberapa siap dan fokus mahasiswa dalam menerima materi yang diberikan.
Kami berharap pihak fakultas dapat lebih mempertimbangkan aspek kenyamanan dan kondisi mahasiswa dalam penyusunan jadwal kelas ke depannya.
Dengan jadwal yang lebih realistis, mahasiswa diharapkan bisa belajar dalam kondisi yang lebih segar dan maksimal, tanpa harus mengorbankan waktu istirahat dan keselamatan demi mengejar kelas yang dimulai terlalu pagi.
Editor: Yemima Christia Dewi
Thumbnail: Pinterest (Laura Duarte)















