Ketika Tubuh Puan Tak Lagi Merdeka
Tubuhnya bukan undangan,bukan pula alasan yang bisa dibaca sembarang mata.Sang Puan bukan milik siapa pun,selain dirinya sendiri. Kain yang ia […]
rishi dipicu terlalu dini. Ini biasanya merupakan indikator bahwa ada beberapa kode di plugin atau tema yang dieksekusi terlalu dini. Terjemahan harus dimuat pada tindakan init atau setelahnya. Silakan lihat Debugging di WordPress untuk informasi lebih lanjut. (Pesan ini ditambahkan pada versi 6.7.0.) in /home/katakars/public_html/wp-includes/functions.php on line 6131
Tubuhnya bukan undangan,bukan pula alasan yang bisa dibaca sembarang mata.Sang Puan bukan milik siapa pun,selain dirinya sendiri. Kain yang ia […]
Ia pulang membawa senyap,bukan oleh malam,tapi oleh tangan-tangan yang tak diundang.Langit di dadanya runtuh tanpa suara,dan dunia pura-pura tak melihat […]
Berhentilah menunjuk tubuhku,seolah ia alasan bagi kebiadabanmu.Berhentilah mengukur nilai perempuan,dari panjang kain dan arah pandangan. Tubuhku bukan kartu undangan,bukan pengakuan,bukan […]
Perempuan dan pelecehan adalah dua hal yang terasa akrab tampil di layar berita dan laman media sosial. Banyak kasus, banyak korban, tapi sering kali hilang dan tertimbun berita-berita baru. Alih-alih mengusut tuntas, topik perempuan dan pelecehan sering diabaikan. Hal ini menjadi boomerang bagi korban sekaligus kemerdekaan bagi sang pelaku.
Seorang mahasiswa Program Studi Sastra Indonesia angkatan 2023 Universitas Sanata Dharma (USD), baru saja memenangkan lomba puisi Festival Kata Kompas 2025 dengan tema “Kata yang Menguatkan” yang diikutinya pada tanggal 13 Oktober 2025.
Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Teater Seriboe Djendela (TSD) Universitas Sanata Dharma kembali menggelar Studi Pentas (Stupen) jilid ke-2.
Jumat, 7 November 2025 rombongan Unit Kegiatan Program Studi (UKPS) Sastra Indonesia, yakni Bengkel Jurnalistik dan Bengkel Sastra Universitas Sanata Dharma, melaksanakan kegiatan bersama, yaitu Kunjungan Biennale Jogja.
Kata “skena” sepertinya tidak asing lagi di zaman sekarang. Segala jenis tren mulai berkembang dan sering diminati, terutama oleh kalangan Gen Z.
Menunggu terkadang menjadi rutinitas baru. Berharap yang ditunggu akan datang dan bertemu di lain kesempatan, karena perihal meninggalkan dan ditinggalkan bukan sesuatu yang mudah bagi sebagian orang.