Halo, aku seorang mahasiswi yang setelah memasuki usia semester empat, belakangan ini sering dibuat bingung setiap kali masuk ke toilet kampus, bukan karena antreannya yang panjang, melainkan karena tidak tahu apakah air bidet nya akan menyala normal atau justru hanya menetes pelan.
Melalui tulisan ini, aku ingin menyampaikan keluh kesah yang mungkin juga dirasakan banyak mahasiswi lain, yaitu soal kondisi air bidet di toilet fakultas sastra yang sering mati atau alirannya kurang lancar, khususnya di toilet perempuan lantai 3 dan 4.
Toilet merupakan salah satu fasilitas dasar yang seharusnya bisa digunakan dengan nyaman oleh siapa saja, kapan saja. Namun, kenyataan di lapangan tidak selalu demikian.
Tidak jarang mahasiswi mendapati bidet yang airnya tidak keluar sama sekali, atau sekalipun keluar, alirannya begitu kecil sehingga sulit digunakan secara maksimal. Kondisi ini tentu menimbulkan ketidaknyamanan, apalagi jika terjadi pada saat yang benar-benar dibutuhkan.
Persoalan ini mungkin terdengar sepele bagi sebagian orang, tetapi bagi yang mengalaminya langsung, hal ini cukup mengganggu.
Toilet perempuan yang fasilitasnya tidak berfungsi dengan baik membuat mahasiswi harus mencari alternatif, seperti pindah ke toilet di lantai lain, atau bahkan terpaksa menahan rasa tidak nyaman karena keterbatasan waktu di sela jadwal kuliah yang padat.
Padahal, idealnya, toilet di setiap lantai semestinya berfungsi dengan baik secara merata, bukan hanya sebagian saja yang bisa diandalkan.
Baca juga: Puing-Puing Duka
Masalah air bidet yang mati atau kurang lancar ini juga bukan kali pertama terjadi. Sebagian mahasiswi mengaku sudah cukup lama mengalami kondisi serupa, tetapi belum ada perbaikan yang benar-benar menyeluruh.
Ada yang sempat diperbaiki, tetapi beberapa waktu kemudian kembali bermasalah. Situasi ini menimbulkan pertanyaan, apakah pengecekan dan perawatan fasilitas toilet sudah dilakukan secara rutin, atau hanya menunggu adanya keluhan baru kemudian ditindaklanjuti.
Kebersihan dan kenyamanan toilet sebenarnya mencerminkan seberapa besar perhatian pihak kampus terhadap kebutuhan dasar mahasiswanya. Fasilitas sekecil air bidet yang berfungsi dengan baik mungkin terlihat remeh, tetapi dampaknya cukup terasa dalam keseharian, terutama bagi mahasiswa yang menghabiskan banyak waktu di kampus untuk mengikuti perkuliahan maupun kegiatan organisasi.
Kami berharap pihak fakultas dapat lebih memperhatikan kondisi fasilitas toilet, khususnya ketersediaan dan kelancaran air bidet di setiap lantai. Diperlukan pengecekan rutin secara berkala, bukan hanya perbaikan setelah ada laporan kerusakan.
Dengan begitu, mahasiswa dapat menggunakan fasilitas toilet dengan nyaman dan tidak perlu lagi merasa was-was setiap kali harus menggunakannya, sehingga aktivitas perkuliahan sehari-hari pun dapat berjalan tanpa gangguan dari hal-hal yang sebenarnya bisa dicegah sejak awal.
Editor: Sahira Diniy Khairun Nisa
Thumbnail: Pinterest (@tecmolog5)















