Perempuan yang Dipaksa Menjadi Sunyi

Katamu perempuan bukan objek.Ia diam bukan karena tak punya kata,hanya saja suaranya kerap dipatahkan,sebelum sempat menjadi doa. Ia menyimpan gemetar di balik napas yang rapi,menyimpan..

Katamu perempuan bukan objek.
Ia diam bukan karena tak punya kata,
hanya saja suaranya kerap dipatahkan,
sebelum sempat menjadi doa.

Ia menyimpan gemetar di balik napas yang rapi,
menyimpan luka di balik malam sunyi,
tak ada teriakan,
tak ada perlawanan yang riuh,
hanya hati yang berusaha –
menahan beban yang tak pernah ia pilih.

Mereka berkata,
“Diamlah, itu akan berlalu.”
Padahal yang berlalu hanyalah hari,
sementara bekasnya tetap tinggal,
dan tumbuh diam-diam di dalam diri.

Perempuan itu,
terbiasa menelan pahitnya sendiri,
belajar berdamai dengan ketakutan sendiri,
hanya agar dunia tak merasa terusik.

Meski dibungkam berkali-kali,
ia tidak hilang.
Meski ditindas ribuan kali,
doa malam menuntunnya berlari.

Thumbnail by Pinterest The Slow World

Tentang Penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *