Kategori: Karya

  • Pagi yang Membawa Tawa

    Pagi yang Membawa Tawa

    Matahari mengintip genit di balik awan, seolah ingin mengajak hari bermain. Burung-burung ramai bernyanyi riang, membuat udara penuh rasa hangat dan angin manis. Di jalan kecil yang ramai cahaya, langkah kita terasa lebih ringan. Pagi ini seperti hadiah sederhana mengingatkan bahwa bahagia mudah ditemukan Thumbnail by Pinterest Joanna Intara

    Lanjutkan Membaca

  • HARAP

    HARAP

    Kalah fajar menyingsing, dari garis batas biru menyapa  Kunantikan senja dari buih laut yang merindukan pantainya membawa seluruh puing doa dan ingatan yang menjerit Gulungan ombak menjelmah kapal-kapal mimpiku yang karam, Atau bahkan tentang rindu yang tak kunjung menemukan malam. Laut adalah rahim bagi segala harap, Tempat sujud rindu di kedalaman palung Tempat segalah mimpi…

    Lanjutkan Membaca

  • Ketika Tubuh Puan Tak Lagi Merdeka

    Ketika Tubuh Puan Tak Lagi Merdeka

    Tubuhnya bukan undangan,bukan pula alasan yang bisa dibaca sembarang mata.Sang Puan bukan milik siapa pun,selain dirinya sendiri. Kain yang ia kenakantak pernah menentukan nilainya,panjang atau pendek,terbuka atau tertutup,tak satu pun mengurangi cahaya yang ia bawa sejak lahir. Ia berharga bukan karena sopan pandangan orang,tapi karena ia hidup, bernapas, dan merasa.Karena jantungnya tahu cara bertahan,di dunia…

    Lanjutkan Membaca

  • Jejak Waktu

    Jejak Waktu

    Waktu melangkah tanpa suara, menyentuh hari dengan sunyi yang dalam, meninggalkan jejak di ruang kenangan yang tak pernah benar-benar padam. Di antara waktu yang terus berjalan,  kita belajar tentang pergi dan kembali, bahwa hidup adalah perjalanan panjang yang ditulis oleh jejak waktu yang tak terlihat. Perjalanan Hidup Jalan panjang terbentang tanpa peta Kita melangkah mengikuti…

    Lanjutkan Membaca

  • Perempuan yang Direnggut Malam

    Perempuan yang Direnggut Malam

    Ia pulang membawa senyap,bukan oleh malam,tapi oleh tangan-tangan yang tak diundang.Langit di dadanya runtuh tanpa suara,dan dunia pura-pura tak melihat apa yang patah. Ada jejak yang tak tampak di kulit,namun menetap lama di ingatan.Seperti hujan yang jatuh terlalu deras,bukan membasahi,tapi mengikis perlahan rasa aman. Ia belajar menunduk bukan karena lemah,tapi karena dunia sering menatapnya tanpa…

    Lanjutkan Membaca

  • Tersesat di Ujung Pertumbuhan 

    Tersesat di Ujung Pertumbuhan 

    Ada hari ketika dewasa,  yang datang tanpa mengetuk,  menyeretku ke jalan tanpa jera,  dan tak kupetakkan di kepala  Teman-teman berjalan cepat,  mengejar yang mereka sebut masa depan,  sementara aku terkandung langkahku sendiri,  menimbang arah yang tak ku mengerti, Dulu mimpi adalah langit yang bisa ku gambar ulang,  kini, langit itu penuh dengan tanda tanya,  dan…

    Lanjutkan Membaca

  • Saat Dunia Menutup Mata

    Saat Dunia Menutup Mata

    Berhentilah menunjuk tubuhku,seolah ia alasan bagi kebiadabanmu.Berhentilah mengukur nilai perempuan,dari panjang kain dan arah pandangan. Tubuhku bukan kartu undangan,bukan pengakuan,bukan alasan bagi kekerasan yang kau sembunyikan –di balik kata khilaf,hingga tak ada permintaan maaf. Aku mati di dunia,yang lebih cepat menyalahkanku,daripada menegur mata dan tanganmu,yang lebih sibuk mengatur pakaianku,daripada menghentikan tindak najismu. Dengarlah sialan.Aku tidak…

    Lanjutkan Membaca

  • Menyulam Sunyi

    Menyulam Sunyi

    Aku mencoba mengadah bayangmu, namun udara hanya penuh jarum, yang menusuk dada kecilku. Di ranjang putih kau menyulam sunyi, dengan senyum pucat dan sedih yang sembunyi, sementara di langit matahari retak, membuang cahaya yang tak berjejak. Aku ingin melipat napasmu, agar tak jatuh ke dasar waktu. Namun ruang terlalu sunyi, dalam tubuhku yang terlampau dini.

    Lanjutkan Membaca

  • Jejak yang Tak Sepenuhnya Hilang

    Jejak yang Tak Sepenuhnya Hilang

    Di antara pagi yang masih berkabut,Kupijak jalan yang pernah kita lewati bersama.Ada desir kenangan yang tiba-tiba kembali,Menyentuh pelan ruang hati yang tak pernah benar-benar sembuh.Waktu bergerak seperti aliran sungai,Namun beberapa arusnya tetap membawa namamu. Di sudut kota yang tak lagi sama,Bayangmu sesekali muncul di antara langkah orang asing.Aku berhenti sejenak, mencoba meraba masa lalu,Tapi ia…

    Lanjutkan Membaca

  • Sahabat, Rumah Tanpa Pintu

    Sahabat, Rumah Tanpa Pintu

    Kau datang dengan suasana bahagia Membawakan hangat tanpa diminta

    Lanjutkan Membaca

Tentang KataKarsa

KataKarsa adalah portal berita yang dikelola oleh UKPS Bengkel Jurnalistik, Program Studi Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Sanata Dharma Yogyakarta.

Cari