Merah Muda

Tanpa sadarnya, senyum itu muncul dari ujung jalan. Milik sang kekasih, miliknya seorang. Pipinya menghangat. Rona merah yang muda

Terik mentari menyeruak di sela pepohonan
Angin menyela dan menyapa 
Menyibak rambut si paras manis
Ia duduk damai di teras dengan kaki yang menari
Menunggu tanpa pura-pura dungu


Tanpa sadarnya, senyum itu muncul dari ujung jalan
Milik sang kekasih, miliknya seorang
Pipinya menghangat
Rona merah yang muda

Diam kini menyelimuti raganya namun tidak hatinya
Kupu-kupu ramai di dada
Bak takan kecil yang tiba-tiba bersemi
Ia tak bisa bohong pada diri sendiri


Tidak hari ini
Tidak saat ini
Tidak seperti ini

Ia sudah jatuh cinta
Maca terucaplah mantra dalam doa
Bersemoga, ini tak pernah benar-benar berakhir muda

Thumbnail by Qvar (Pinterest)

Tentang Penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tentang KataKarsa

KataKarsa adalah portal berita yang dikelola oleh UKPS Bengkel Jurnalistik, Program Studi Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Sanata Dharma Yogyakarta.

Cari