Tag: Puisi

  • Milik Semesta

    Milik Semesta

    Sungguh untung angin sore itu Bisa menghelai rambutnya yang panjang

    Lanjutkan Membaca

  • Kelana Sang Musafir

    Kelana Sang Musafir

    Melangkah jauh, Membelah ombak kenanganPada bumantara nan sunyi, langkah berbalut piluRindu pada pulang, terbalut cerita, aksara menggores kalbuPerjalanan tak kunjung henti, terus bertamu. Langit malam menuntun langkahnya,Membuka ruang angan-anganHati menggores kenangan, rangkaian kisah tak terulangSang musafir terus berjalan. Hari ke hari menyambut rindu,Angin Malam… Menyentuh kalbu dengan sejuta kenanganMengingat memori dalam angan-anganMasa-masa tempo dulu yang…

    Lanjutkan Membaca

  • Jiwa

    Jiwa

    Jika di antara ribuan jiwa Aku bisa tau satu jiwa yang berbeda

    Lanjutkan Membaca

  • Ribuan Rayu

    Ribuan Rayu

    Rasa yang merah merekah Bersatu dengan ribuan sayang serakah

    Lanjutkan Membaca

  • Sehangat Matahari

    Sehangat Matahari

    Tangisan pertama kala ku hadir di dunia  Diusapnya lembut, dipeluk dinginnya aku  Semaian tangan hangat yang selalu melekat  Mendekap nyawa baru dengan erat

    Lanjutkan Membaca

  • Pilu dan Kenangan

    Pilu dan Kenangan

    Karya: Sintikhe Apresya Mutiarani Luka dalam ditorehkannya di hatikuPilu membiruKenangan tentangnya menyiksakuKacau ditinggalkan untukku Seperti ditikam pisauTak mampu aku menahannyaTetes air membasahi pipikuTak bisa ku cegah Lamanku memuat unggahan tentangnyaSuaranya yang menjadi harsa bagikuMenimbulkan luka terbesar untukkuTak kuasa aku menahan tangisku Seharusnya tawa membawa bahagiaYa, seharusnyaTapi mengapa?Tawanya membuatku merana SungguhAku tak lagi mampuSewindu sudahDia meninggalkanku…

    Lanjutkan Membaca

  • Gerimis Kecil di Kota Tua

    Gerimis Kecil di Kota Tua

    Saat semburat merah jingga nan elok.Saat gumpalan kapas gelap bersanding bersama cakrawala.Tetes kehidupan jatuh serentakmembelai jalan-jalan tua yang sepi, Awan berdansa dalam harmoniPerak-perak jatuh dari langit biru gelap.Garis-garis halus memeluk bumi,Menciptakan tarian air yang lembut. dalam alunan melodi rintik’kan mukuberikan tetesan kerinduan akan hal yang telah berlalu,berderu angin, meniupkan getaran lembut yang kian membuai jiwaterasa…

    Lanjutkan Membaca

  • Mentari di Oesapa

    Mentari di Oesapa

    Nak.. AnakkuDiiringi hembus napas bumiMentari telah menjelma menjadi sanubariMelirik sambil menggelitikLalu terjun dalam carik ibu geni Bawa lari diatas pasir pantaiBerderu bersama para siput kecilBayangmu kini dipeluk oleh anginBerubah menjadi pekat yang titis Gerak dalam jiwa kian terlepasDibawa terbang oleh deru napasMembuat manusia lembabBerpelukkan mencari hangat Lega, IbuSemua begitu tenangIndahnya berbalap dengan cerahBagai kisah hyang…

    Lanjutkan Membaca

  • Kota dan Tuan Istimewa

    Kota dan Tuan Istimewa

    Aku mengagumi tiap sudut kota inikota istimewa, kota romantis, katanyapujian, rayuan, menggema pada ruang-ruangselalu ku cari jejak kedatangan, pun kepulangan Melankolis mu,sungguh memikatkucaramu berpikir, caramu bertuturcaramu menggores tinta pada tiap aksaracaramu menjelajah jalanan kotacaramu, caramu, dan caramubisakah kau mengajariku? Aku tak pandai berpuisi cintatak seperti Sapardi yang romantis puisinyatak seperti engkau yang magis merangkai kataku…

    Lanjutkan Membaca

  • Seperti Tak Berarti

    Seperti Tak Berarti

    Tiada alunan yang menemaniTiada satu seorangpun disiniHening raga, nyawa, dan segala tenagaTak dapat untuk memahami diri sendiri Sejuta harapan dalam anganTerukir tanpa menjadi kenyataanYang terselip dalam ruang kosongBertaburkan lara yang tak diketahui kapan selesainya Membiarkan semuanya begitu sajaBertahan mempertahankan kebahagiaanPergi meninggalkan rasa kecewaTerbagi sedih juga bahagia Sumber ilustrasi: Pinterest

    Lanjutkan Membaca