Tag: Puisi
-

Malam Berkabut
Malam datang dan angin menusuk jiwakuMenggoyangkan ranting-ranting pohon yang layuSepi sunyi yang mencekik mulai berbisikBahwa kabut gelap mulai menepik Kaki kecilku mulai melangkahMenyusuri Jalan tanpa arahMelihat bayang samar dirinyaYang hilang di balik kabut yang meraja Oh… tubuhku terasa kakuKaku dalam keterasingan ituAku berharap dia menjemputkuPergi dari kabut malam yang pilu Sumber ilustrasi: Pinterest
-

GAMELAN
Karya : Aurelia Keyodia Minangkani.R.P.Sastra Indonesia 2024 Gong agung bergaung memenuhi ruanganLembut gender menyapa, menembus jiwaNing nong ning gung irama menyatuHatiku larut dalam suasana sendu Ibarat mesin waktu, tabuh gamelanMembawa ku pada masa lalu yang indahSejak zaman nenek moyang gamelan berdentumMenyertai suka dan duka diiringi alunan lagu Warisan leluhur bagai harta yang tak ternilaiJangan biarkan…
-

Bisikan Rindu
Saat mentari mulai tenggelam,Langit merona dalam warna senja,Kerinduan tumbuh dalam diam,Menyapa bayangmu di ujung masa. Angin malam membawa kisah,Tentang kenangan yang kita lalui,Meski jarak terbentang luas,Hati tetap menyatu tanpa henti. Di bawah bintang yang bersinar,Kuucap doa dalam kesunyian,Semoga rindu ini tak sekadar,Tertahan waktu tanpa kepastian.
-

JOGJA
Di kaki Merapi yang gagah berdiri,Jogja menari dalam keheningan senja.Angin menyapa lembut, budaya abadi,Setiap sudutnya bercerita tentang cinta yang tak pernah mati. Alun-Alun Selatan, lampu temaram memancar,Rindu datang, bersandar di pelukan malam.Langit Jogja menyimpan kisah yang lama,Di antara keramaian, ketenangan tetap mengalir dalam damai. Kota ini bukan hanya tempat, tapi jiwa,Dimana tradisi dan modernitas saling…
-

Pelarian Jiwa
Kesendirian adalah rumah bagi rasa,Di mana aku bebas tanpa topeng semesta,Di sana aku hidup, tanpa luka, tanpa cela,Bersama sunyi yang menjadi sahabat jiwa. Dalam keheningan, kutemukan diri,Sejauh dari riuh rendah duniawi.Di sini aku belajar, merangkai mimpi,Menemukan kedamaian yang hakiki. Di antara bayang dan asa yang berpadu,Kurasakan kasih yang begitu murni.Cinta pada diri, adalah anugerah tuhan,Yang…
-

Hujan
Awan gelap menyelimuti langitTetesan air mulai membasahikuRintik-rintik syahdu menyapa langkahkuhujan membawa sejuta kenangan Di bawah payung aku berteduhMengingat masa kecilku yang ceriaBerlari-lari Di bawah langit kelabuMenikmati dinginnya air hujanMembuatku seakan lupa dengan rumitnya dunia Setetes kenangan terukir dalam kerinduanSetiap tetesnya berbisik mengenai hidup yang klasikIa datang membawa harap dan pilu, menghidupkan mimpi, meredam sendu. sumber…
-

Harga dari Jelita
Wanita mana yang tak ingin jelita?Kukenakan pakaian indahku,Bersolek bak bunga di ladang.Bukan hanya untuk sang pujaan,Tapi untuk diriku jua. Jelita itu mahal harganya,Begitu kata orang-orang di luar sana.Jika benar adanya,Mengapa aku tak merasa?Tuan yang kucinta menyentuhku sembarangan,Menawarkanku kepada rekan,Menikmati harta dari tubuhku yang terluka. Mana yang katanya jelita itu mahal?Bukan mahal yang kurasa,Tapi hina yang…
-

Dipeluk Lautan
Tak ada yang tau Kapan kasih akan tenggelam Tak ada yang risau Tak ada yang berjaga-jaga Tak ada yang tau Apa jadinya bila melepas cinta Hati pilu tak berujung Membekas sedalam itu Tidak apa Laut yang biru dapat memelukmu Saat kamu tenggelam Dan berubah menjadi sinar
-

Pejuang Luka
Sudah menanah bahkan berdarah-darah Si ksatria yang janjinya tak kenal lelah Menebas pedang di medan tanpa tau arah Nyatanya tersudut di dorong ungkapan menyerah Sudah … Kakimu menjerit, tak sanggup lagi melangkah Penghabisan darah tak akan mengubah Dan setiap luka adalah tentang hatimu yang terbelah Tuhan berpesan, tenanglah dirimu dan berserah Lihatlah langit malam yang…
-

Reruntuhan Kenangan
Di balik pintu kayu bertatahkan mimpi, Rumah kita berdiri, penuh cinta dan sinar senja. Namun, di bawah atap yang rapuh, Tersembunyi rahasia yang memudar warna. Bicara kebohongan terpintal di antara dinding, Rumah itu runtuh dalam derai kepercayaan. Dia, sang pujangga dusta, Membangun tembok palsu di antara kita. Seiring waktu, jendela itu tertutup rapat, Menutupi pandangan…
Terbaru

Ikuti Kami
Kategori
Berita Buku Cuat-Cuit Feature Film Fotografi Grafis Infografik Karya Liputan Literatur Loka Merindink Opini Persona Publisistik Redaksiana Resensi Seka Teater
Tags
AKSARA 2024 BEM USD Bengkel Jurnalistik Bengkel Sastra berita Cerita Pendek Cerpen cuat-cuit fakultas sastra fakultas sastra USD Film Fotografi horor infografik Karya karya mahasiswa liputan literatur mahasiswasanatadharma Mahasiswa Sanata Dharma merindink novel opini Puisi rekomendasi resensi sanata dharma Sasindo sastra Sastra Indonesia SastraIndonesia sastra inggris Sastra Spotlight seka Semesta dalam Kacamata Sastra seminar seram SMA Seminari Menengah St. Petrus Canisius Mertoyudan Magelang syukuran wisuda teater TSD universitas sanata dharma universitassanatadharma usd wisuda
Tentang KataKarsa

KataKarsa
KataKarsa adalah portal berita yang dikelola oleh UKPS Bengkel Jurnalistik, Program Studi Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Sanata Dharma Yogyakarta.












