Gerimis Kecil di Kota Tua

Saat semburat merah jingga nan elok.Saat gumpalan kapas gelap bersanding bersama cakrawala.Tetes kehidupan jatuh serentakmembelai jalan-jalan tua yang sepi, Awan berdansa dalam harmoniPerak-perak jatuh dari langit biru gelap.Garis-garis halus memeluk bumi,Menciptakan tarian air yang lembut. dalam alunan melodi rintik’kan mukuberikan tetesan kerinduan akan hal yang telah berlalu,berderu angin, meniupkan getaran lembut yang kian membuai jiwaterasa…

Saat semburat merah jingga nan elok.
Saat gumpalan kapas gelap bersanding bersama cakrawala.
Tetes kehidupan jatuh serentak
membelai jalan-jalan tua yang sepi,

Awan berdansa dalam harmoni
Perak-perak jatuh dari langit biru gelap.
Garis-garis halus memeluk bumi,
Menciptakan tarian air yang lembut.

dalam alunan melodi rintik’kan mu
kuberikan tetesan kerinduan akan hal yang telah berlalu,
berderu angin, meniupkan getaran lembut yang kian membuai jiwa
terasa belaianmu begitu kuat melulukan keheningan

begitu Indah pesonamu saat kau terjang dataran ini
tanpa mengharapkan seseorang memperhatikan keindahanmu,
kau tetap menaburkan kesejukanmu pada dunia
yang tiada perna Lelah menanti merdunya irama hentakan tarianmu

Samuel

Tentang Penulis

Previous Post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *