Tangisan pertama kala ku hadir di dunia
Diusapnya lembut, dipeluk dinginnya aku
Semaian tangan hangat yang selalu melekat
Mendekap nyawa baru dengan erat
Untaian doa, uraian tawa bahagia mengiring jejak-jejak penantian panjang
Sembilan bulan dalam kandungan
Setiap hari ku ikut serta dalam setiap perjalanan
Ia yang tak pernah mengeluh hanya dibayar oleh peluh
Tangis dan lelah ia biarkan,
ia sembunyikan
Jantung hidupku
Harap setiap doaku untukmu
Bahagia yang selalu diusahakan, semoga tak ada satupun yang mematahkan
Kau yang tetap menawan meski termakan zaman
Yang tubuhnya pecah belah renta ringkih
Namun aku tahu semangatmu selalu gigih
Ku tak pandai memahami dunia
Ku tak pandai tanpa ajarannya
Panjang umur lah di lautan hidup
Besar terima kasihku atas kasih sayangmu
Jantungku dan jantungmu,
ku harap selalu sama,
seiring,
sepanjang masa.
Baca Juga: Dipeluk Lautan















