Tag: Sastra Indonesia

  • Kantor Internasional USD Meliput Proses Belajar di Kelas Morfologi Bahasa Indonesia yang Inspiratif

    Kantor Internasional USD Meliput Proses Belajar di Kelas Morfologi Bahasa Indonesia yang Inspiratif

    Suasana perkuliahan mata kuliah Morfologi Bahasa Indonesia pada Program Studi Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Sanata Dharma (USD)

    Lanjutkan Membaca

  • Laut Hitam dan Permohonan

    Laut Hitam dan Permohonan

    Sesekali dia turun ke desa untuk membeli bahan makanan. Tak ada satu pun warga desa yang bertamu ke mercusuar. Tak ada yang peduli pada bangunan rawan yang menjadi petunjuk bagi kapal besar di tengah gelap malam.

    Lanjutkan Membaca

  • Rekomendasi Hewan yang Dapat Kalian Pelihara

    Rekomendasi Hewan yang Dapat Kalian Pelihara

    Halo, Sobat Karsa! Buat kalian, para mahasiswa, yang ingin memelihara hewan, tetapi masih bingung memilih hewan peliharaan yang tepat. Jangan khawatir, berikut ada beberapa rekomendasi hewan yang menarik untuk kalian.

    Lanjutkan Membaca

  • JEMBATAN DUNIA: BERTEMU DI LAYAR, BERSEMI DI HALAMAN BERSAMA SASTRA SPOTLIGHT VOL. 5

    JEMBATAN DUNIA: BERTEMU DI LAYAR, BERSEMI DI HALAMAN BERSAMA SASTRA SPOTLIGHT VOL. 5

    Sabtu, 3 Mei 2025, Unit Kegiatan Fakultas (UKF) Lit Collective kembali menggelar Sastra Spotlight vol. 5, sebuah acara terhadap apresiasi karya sastra yang bertempat di Taman Ground, Gedung Sastra ini mengusung tema “Jembatan Dunia: Bertemu di Layar, Bersemi di Halaman” sebagai bentuk refleksi terhadap perkembangan teknologi, khususnya kecerdasan buatan, telah mengubah cara kita berinteraksi dengan…

    Lanjutkan Membaca

  • Kelana Sang Musafir

    Kelana Sang Musafir

    Melangkah jauh, Membelah ombak kenanganPada bumantara nan sunyi, langkah berbalut piluRindu pada pulang, terbalut cerita, aksara menggores kalbuPerjalanan tak kunjung henti, terus bertamu. Langit malam menuntun langkahnya,Membuka ruang angan-anganHati menggores kenangan, rangkaian kisah tak terulangSang musafir terus berjalan. Hari ke hari menyambut rindu,Angin Malam… Menyentuh kalbu dengan sejuta kenanganMengingat memori dalam angan-anganMasa-masa tempo dulu yang…

    Lanjutkan Membaca

  • Seonggok Jiwa

    Seonggok Jiwa

    Tetes peluh terakhir kian jatuh…

    Lanjutkan Membaca

  • Pilu dan Kenangan

    Pilu dan Kenangan

    Karya: Sintikhe Apresya Mutiarani Luka dalam ditorehkannya di hatikuPilu membiruKenangan tentangnya menyiksakuKacau ditinggalkan untukku Seperti ditikam pisauTak mampu aku menahannyaTetes air membasahi pipikuTak bisa ku cegah Lamanku memuat unggahan tentangnyaSuaranya yang menjadi harsa bagikuMenimbulkan luka terbesar untukkuTak kuasa aku menahan tangisku Seharusnya tawa membawa bahagiaYa, seharusnyaTapi mengapa?Tawanya membuatku merana SungguhAku tak lagi mampuSewindu sudahDia meninggalkanku…

    Lanjutkan Membaca

  • Gerimis Kecil di Kota Tua

    Gerimis Kecil di Kota Tua

    Saat semburat merah jingga nan elok.Saat gumpalan kapas gelap bersanding bersama cakrawala.Tetes kehidupan jatuh serentakmembelai jalan-jalan tua yang sepi, Awan berdansa dalam harmoniPerak-perak jatuh dari langit biru gelap.Garis-garis halus memeluk bumi,Menciptakan tarian air yang lembut. dalam alunan melodi rintik’kan mukuberikan tetesan kerinduan akan hal yang telah berlalu,berderu angin, meniupkan getaran lembut yang kian membuai jiwaterasa…

    Lanjutkan Membaca

  • Mentari di Oesapa

    Mentari di Oesapa

    Nak.. AnakkuDiiringi hembus napas bumiMentari telah menjelma menjadi sanubariMelirik sambil menggelitikLalu terjun dalam carik ibu geni Bawa lari diatas pasir pantaiBerderu bersama para siput kecilBayangmu kini dipeluk oleh anginBerubah menjadi pekat yang titis Gerak dalam jiwa kian terlepasDibawa terbang oleh deru napasMembuat manusia lembabBerpelukkan mencari hangat Lega, IbuSemua begitu tenangIndahnya berbalap dengan cerahBagai kisah hyang…

    Lanjutkan Membaca

  • Kota dan Tuan Istimewa

    Kota dan Tuan Istimewa

    Aku mengagumi tiap sudut kota inikota istimewa, kota romantis, katanyapujian, rayuan, menggema pada ruang-ruangselalu ku cari jejak kedatangan, pun kepulangan Melankolis mu,sungguh memikatkucaramu berpikir, caramu bertuturcaramu menggores tinta pada tiap aksaracaramu menjelajah jalanan kotacaramu, caramu, dan caramubisakah kau mengajariku? Aku tak pandai berpuisi cintatak seperti Sapardi yang romantis puisinyatak seperti engkau yang magis merangkai kataku…

    Lanjutkan Membaca