Sabtu, 3 Mei 2025, Unit Kegiatan Fakultas (UKF) Lit Collective kembali menggelar Sastra Spotlight vol. 5, sebuah acara terhadap apresiasi karya sastra yang bertempat di Taman Ground, Gedung Sastra ini mengusung tema “Jembatan Dunia: Bertemu di Layar, Bersemi di Halaman” sebagai bentuk refleksi terhadap perkembangan teknologi, khususnya kecerdasan buatan, telah mengubah cara kita berinteraksi dengan perkembangan terhadap dunia sastra.
“Kami mengambil tema ini karena menyesuaikan tema dies natalis tahun ini dan menyesuaikan perkembangan teknologi yang semakin maju, salah satunya AI,” ujar Allicia, salah seorang wakil ketua Lit Collective dari Program Studi Sastra Inggris.

Acara ini dimulai pukul 18.17 dengan dibuka oleh Athaya Sekar dan Joan Delanoue Denting sebagai pembawa acara (MC). Selanjutnya, sambutan oleh Catherine sebagai Ketua Lit Collective dan Pak Yapi sebagai Dekan Fakultas Sastra Universitas Sanata Dharma.
“Terima kasih kepada teman-teman yang sudah menyempatkan diri untuk bermalam minggu di acara Sastra Spotlight. Tidak terlupa saya berterimakasih kepada seluruh panitia yang terlibat dalam event Sastra Spotlight ke-5 ini. Saya sangat bangga kepada kerja keras kalian selama dua bulan ini. Pada event Sastra Spotlight vol. 5 ini, kita diajak untuk melihat bagaimana dunia sastra,” ujar Catherine selaku ketua Lit Collective.
“Salah satu visi saya adalah membangun keakraban yang ada di fakultas ini dan itu diwujudkan oleh Lit Collective. Malam ini kita merayakan dies natalis ke-32 yang memperlihatkan sastra itu tidak hanya di ruang kelas, tetapi sastra adalah gerak, api, semangat, dan menyala. Ini diwujudkan dalam UKF Lit Collective. Universitas Sanata Dharma ada delapan fakultas dan salah satu fakultas yang menyandang gelar seni adalah Fakultas Sastra. Saya menyambut dengan sangat baik dan berterimakasih kepada seluruh panitia dies natalis yang sudah bekerja sama dengan Lit Collective,” ujar Pak Yapi selaku Dekan Fakultas Sastra.
Baca Juga: Petualangan Indah di Pantai Samas, Bentuk Kepedulian Terhadap Sampah

Sastra Spotlight vol. 5 ini diawali dengan penampilan puisi dari beberapa mahasiswa Program Studi Sastra Inggris dan alumni berseling dengan pembacaan tisam, dilanjutkan dengan penampilan spesial dari Unit Kegiatan Program Studi (UKPS) Bengkel Sastra berupa pembacaan puisi dengan instrumen akustik, disambung dengan pembacaan puisi dan monolog oleh Pak Yapi.
Suasana yang menyelimuti area Taman Ground Gedung Fakultas Sastra ini cukup ramai dan mengundang antusiasme para penonton yang tidak hanya dari kalangan mahasiswa Fakultas Sastra saja, tetapi juga lintas prodi hingga alumni Universitas Sanata Dharma. Mereka semua turut menyemarakkan acara Sastra Spotlight vol. 5 tahun ini. Nuansa dekorasi yang menghiasi area Ground Gedung Fakultas Sastra sangat meriah. Di beberapa lokasi, tersedia papan untuk menulis tisam, photo booth, serta tenant yang berada di samping panggung Sastra Spotlight.
Acara ini berakhir pada pukul 20.07 dengan ditutup oleh penampilan dari UKPS Bengkel Sastra yang mempersembahkan lagu penutup. Seluruh rangkaian acara Sastra Spotlight hari ini membuktikan bahwa sastra dapat menjadi jembatan yang menghubungkan berbagai pandangan terhadap tema, isu, dan pengalaman yang dibalut dalam karya sastra serta meninggalkan kesan tersendiri bagi penonton yang menyaksikan.
“Seluruh rangkaian acara Sastra Spotlight hari ini bagus dan berkesan bagi saya, mereka semua bisa bebas dalam berpendapat melalui karya sastra,” ujar Velli salah seorang alumni Universitas Sanata Dharma.
Editor: Helena Setiasari
