Wanita mana yang tak ingin jelita?
Kukenakan pakaian indahku,
Bersolek bak bunga di ladang.
Bukan hanya untuk sang pujaan,
Tapi untuk diriku jua.
Jelita itu mahal harganya,
Begitu kata orang-orang di luar sana.
Jika benar adanya,
Mengapa aku tak merasa?
Tuan yang kucinta menyentuhku sembarangan,
Menawarkanku kepada rekan,
Menikmati harta dari tubuhku yang terluka.
Mana yang katanya jelita itu mahal?
Bukan mahal yang kurasa,
Tapi hina yang kudapat.
Pujaan yang amat kucinta menikamku dari penjuru,
Cintaku padanya padam,
Begitu jua pada jelitaku.
Bukan lagi pujian yang kudengar,
Hanya tawaran harga yang terus berputar.
Hatiku benar-benar tertikam,
Tubuhku tak pantas ditawar.
Indah yang selalu ku upayakan
Bukan untuk nikmat bersama.
Bunga yang mekar,
Biarkan layu seiring waktu.
Jangan nodai dengan hasratmu,
Karena tak semua indah boleh dirasa.
sumber ilustrasi: Pinterest
