Tag: mahasiswasanatadharma

  • Hadiah Musim Gugur

    Hadiah Musim Gugur

    Tiga belas tahun bukan waktu yang singkat untuk menjalani sebuah hubungan dengan seorang gadis cantik bernama Faranisa itu. Aku mengenalnya tiga belas tahun yang lalu, tepat pada hari ulang tahunnya yang ke sepuluh.

    Lanjutkan Membaca

  • Tiga Rekomendasi Film Indonesia yang Menginspirasi

    Tiga Rekomendasi Film Indonesia yang Menginspirasi

    Halo, Sobat Karsa. Menonton film bukan sekadar hiburan, tetapi juga dapat memberi motivasi atau pelajaran hidup untuk Sobat Karsa. Banyak film Indonesia dengan cerita menarik yang memiliki pesan moral mendalam dan inspiratif.

    Lanjutkan Membaca

  • Bingung

    Bingung

    Waktu bergulir begitu cepat Seolah memintaku berlari Aku tak sanggup Namun aku tak ingin berhenti

    Lanjutkan Membaca

  • Kelana Sang Musafir

    Kelana Sang Musafir

    Melangkah jauh, Membelah ombak kenanganPada bumantara nan sunyi, langkah berbalut piluRindu pada pulang, terbalut cerita, aksara menggores kalbuPerjalanan tak kunjung henti, terus bertamu. Langit malam menuntun langkahnya,Membuka ruang angan-anganHati menggores kenangan, rangkaian kisah tak terulangSang musafir terus berjalan. Hari ke hari menyambut rindu,Angin Malam… Menyentuh kalbu dengan sejuta kenanganMengingat memori dalam angan-anganMasa-masa tempo dulu yang…

    Lanjutkan Membaca

  • Pilu dan Kenangan

    Pilu dan Kenangan

    Karya: Sintikhe Apresya Mutiarani Luka dalam ditorehkannya di hatikuPilu membiruKenangan tentangnya menyiksakuKacau ditinggalkan untukku Seperti ditikam pisauTak mampu aku menahannyaTetes air membasahi pipikuTak bisa ku cegah Lamanku memuat unggahan tentangnyaSuaranya yang menjadi harsa bagikuMenimbulkan luka terbesar untukkuTak kuasa aku menahan tangisku Seharusnya tawa membawa bahagiaYa, seharusnyaTapi mengapa?Tawanya membuatku merana SungguhAku tak lagi mampuSewindu sudahDia meninggalkanku…

    Lanjutkan Membaca

  • Gerimis Kecil di Kota Tua

    Gerimis Kecil di Kota Tua

    Saat semburat merah jingga nan elok.Saat gumpalan kapas gelap bersanding bersama cakrawala.Tetes kehidupan jatuh serentakmembelai jalan-jalan tua yang sepi, Awan berdansa dalam harmoniPerak-perak jatuh dari langit biru gelap.Garis-garis halus memeluk bumi,Menciptakan tarian air yang lembut. dalam alunan melodi rintik’kan mukuberikan tetesan kerinduan akan hal yang telah berlalu,berderu angin, meniupkan getaran lembut yang kian membuai jiwaterasa…

    Lanjutkan Membaca

  • Mentari di Oesapa

    Mentari di Oesapa

    Nak.. AnakkuDiiringi hembus napas bumiMentari telah menjelma menjadi sanubariMelirik sambil menggelitikLalu terjun dalam carik ibu geni Bawa lari diatas pasir pantaiBerderu bersama para siput kecilBayangmu kini dipeluk oleh anginBerubah menjadi pekat yang titis Gerak dalam jiwa kian terlepasDibawa terbang oleh deru napasMembuat manusia lembabBerpelukkan mencari hangat Lega, IbuSemua begitu tenangIndahnya berbalap dengan cerahBagai kisah hyang…

    Lanjutkan Membaca

  • Kota dan Tuan Istimewa

    Kota dan Tuan Istimewa

    Aku mengagumi tiap sudut kota inikota istimewa, kota romantis, katanyapujian, rayuan, menggema pada ruang-ruangselalu ku cari jejak kedatangan, pun kepulangan Melankolis mu,sungguh memikatkucaramu berpikir, caramu bertuturcaramu menggores tinta pada tiap aksaracaramu menjelajah jalanan kotacaramu, caramu, dan caramubisakah kau mengajariku? Aku tak pandai berpuisi cintatak seperti Sapardi yang romantis puisinyatak seperti engkau yang magis merangkai kataku…

    Lanjutkan Membaca

  • Seperti Tak Berarti

    Seperti Tak Berarti

    Tiada alunan yang menemaniTiada satu seorangpun disiniHening raga, nyawa, dan segala tenagaTak dapat untuk memahami diri sendiri Sejuta harapan dalam anganTerukir tanpa menjadi kenyataanYang terselip dalam ruang kosongBertaburkan lara yang tak diketahui kapan selesainya Membiarkan semuanya begitu sajaBertahan mempertahankan kebahagiaanPergi meninggalkan rasa kecewaTerbagi sedih juga bahagia Sumber ilustrasi: Pinterest

    Lanjutkan Membaca

  • Malam Berkabut

    Malam Berkabut

    Malam datang dan angin menusuk jiwakuMenggoyangkan ranting-ranting pohon yang layuSepi sunyi yang mencekik mulai berbisikBahwa kabut gelap mulai menepik Kaki kecilku mulai melangkahMenyusuri Jalan tanpa arahMelihat bayang samar dirinyaYang hilang di balik kabut yang meraja Oh… tubuhku terasa kakuKaku dalam keterasingan ituAku berharap dia menjemputkuPergi dari kabut malam yang pilu Sumber ilustrasi: Pinterest

    Lanjutkan Membaca