Ada kilau di matamu yang tak terjamah,
Menyentuh sudut hatiku, tanpa permata
Ada cahaya dalam rupamu yang aku suka.
Diammu bagiku penuh makna,
Semburat merah jingga di pipi merambat mendesirkan hati,
Kamu istimewa meski diam saja.
Kamu hidup seperti malam hari
Jujur saja aku ingin menerangi malam itu
Bukan dengan redup pinjaman,
Tapi dengan cahayaku yang siang.
Kau ombak, dan aku deburannya
Kau mata, dan aku air matamu
Kau jantung, dan aku detakmu
Kau hati, dan aku bukan hatimu.
