Kau adalah bulan di musim kemarau,
Terang namun selalu tergantung jauh.
Ku bolehkan mataku melihat pesonamu
Namun, tangan ini tak sanggup meraih cahayamu
Aku seperti penyair bisu
Menulis puisi di atas pasir pantai
Setiap kata kuhapuskan sendiri
Sebelum ombak membacanya untukmu
Baca Juga : Jati Diri
Kau seperti pelangi yang muncul selepas hujan, indah namun tak bisa digapai.
Kini, kau dan aku terpisah pada ruang yang berbeda, dan sudah memiliki dunia sendiri.
Terima kasih, pada kisah yang memperbolehkan kita bertemu.
Aku senang pernah bertemu sosok rupawan sepertimu.
