Notice: Fungsi _load_textdomain_just_in_time ditulis secara tidak benar. Pemuatan terjemahan untuk domain rishi dipicu terlalu dini. Ini biasanya merupakan indikator bahwa ada beberapa kode di plugin atau tema yang dieksekusi terlalu dini. Terjemahan harus dimuat pada tindakan init atau setelahnya. Silakan lihat Debugging di WordPress untuk informasi lebih lanjut. (Pesan ini ditambahkan pada versi 6.7.0.) in /home/katakars/public_html/wp-includes/functions.php on line 6131
APRESIASI MAHASISWA SASTRA INDONESIA UNIVERSITAS SANATA DHARMA (USD) TERHADAP FILM ANIMASI “JUMBO” - KataKarsa

APRESIASI MAHASISWA SASTRA INDONESIA UNIVERSITAS SANATA DHARMA (USD) TERHADAP FILM ANIMASI “JUMBO”

Pada akhir bulan Maret, tepatnya 31 Maret 2025, Visinema Studios resmi merilis animasi berjudul Jumbo yang melibatkan seratus animator asal Indonesia, tanpa adanya campur tangan dari orang asing. Ryan Adriandhy sebagai sutradara dan penulis film Jumbo menyebutkan, proyek ini menjadi bentuk dedikasi anak bangsa dan bertujuan untuk memperkuat industri animasi di Indonesia.

“Hal yang membuat saya tertarik untuk melihat film Jumbo, salah satunya animasi ini melibatkan ratusan animator dari Indonesia, tidak ada campuran dari negara lain. Kedua, saya mendengar rumor film Jumbo ini tahun 2019. Namun, karena pandemi dan sebagainya sehingga kreator dari film Jumbo ini sempat meredup dan baru tren kembali di awal tahun 2025,” tutur Athaya. 

Pendapat lain dikemukakan oleh Vita, “Saya tertarik untuk melihat film Jumbo karena filmnya sangat bagus untuk ukuran animasi Indonesia dan ceritanya unik karena mengangkat kisah anak bernama Don yang sering diremehkan karena tubuhnya besar dan ia juga mempunyai impian.”

Kisah dalam film ini sangat relevan dengan kehidupan sehari-hari yang bercerita tentang tokoh Don, anak kecil yang mengalami perundungan. Ia pun bertekad untuk membuktikan dirinya dengan mengikuti pertunjukan bakat menggunakan buku dongeng peninggalan orang tuanya. Sampai pada akhirnya Don bertemu dengan Meri, seorang arwah kecil yang meminta bantuan untuk mencari makam keluarganya. Mereka bersama-sama menemukan petualangan yang seru dan mengajarkan nilai-nilai persahabatan, keberanian, serta kepercayaan diri meskipun dihina. 

“Menurut saya, sangat banyak relevansi dalam kehidupan sehari-hari yang terdapat dalam film tersebut karena hal yang paling saya ketahui dan relevan adalah ada kisah di balik seorang perundung atau pem-bully yang ternyata mempunyai kisah nyata yang sangat berat juga,” tutur Athaya.

Secara keseluruhan, film Jumbo tidak hanya menghadirkan visual yang menarik, tetapi juga momen haru dari beberapa adegan yang disukai oleh penonton karena mengandung makna. 

“Salah satu adegan yang paling saya sukai adalah saat Atta dan Acil makan nasi dengan telur ceplok sambil berbincang soal kehidupan mereka. Adegan ini sangat menyentuh karena memperlihatkan situasi hidup dua kakak beradik yang hidup dalam keterbatasan ekonomi namun saling menguatkan,” tutur Vita.

Film Jumbo juga menyampaikan pesan moral yang relevan bagi semua kalangan, mulai dari anak-anak, remaja, hingga orang dewasa, seperti yang diungkapkan Assa dalam wawancara.

Baca Juga: Suka Duka Hidup Merantau Bagi Kalangan Mahasiswa Kos di Yogyakarta

“Pesan moralnya, pertama buat anak-anak dulu tolong dengerin temanmu, mereka tuh butuh tempat buat cerita karena nggak semua orang bisa punya tempat untuk bercerita. Tolong dengerin temenmu kalau cerita, pesan ini nggak cuman buat anak-anak tapi remaja. Kalau buat kita yang udah dewasa, jangan dendam karena kalau kita flashback dikit ke ceritanya, tokoh Pak Kades merasa kecewa karena makam istrinya dibongkar dengan alasan yang tidak jelas, nah itu juga nggak baik,” tutur Assa.

Mahasiswa Sastra Indonesia USD menyoroti bahwa kehadiran film animasi Jumbo karya Visinema Studios layak diapresiasi. Tidak sekadar menyuguhkan animasi yang berkualitas tinggi, film Jumbo juga menunjukkan kualitas cerita yang berbobot dengan pesan moral ataupun nilai-nilai kehidupan yang dapat mengedukasi anak-anak secara sederhana melalui visualisasi. Film ini juga memiliki dampak positif di tengah maraknya konten  platform media sosial seperti TikTok atau YouTube Shorts.

“Kesuksesan film Jumbo sangat layak untuk diapresiasi karena telah memberikan dampak positif, terutama film Jumbo merupakan tontonan anak-anak yang mempunyai narasi sangat baik sehingga dapat diterima pesannya dengan baik. Jadi film Jumbo ini sukses menarik perhatian anak-anak di era digital untuk menonton tontonan yang sesuai dengan usia anak-anak,” tutur Athaya. 

“Secara keseluruhan, filmnya keren banget karena kapan lagi loh kita nonton film karya anak bangsa tapi sekelas Disney. Aku kaget banget, grafik yang dihasilkan mulus. Ini bukan pertama kalinya aku ngeliat (nonton) film ini, tapi setelah ngeliat lagi aku jadi mikir, kok filmnya bisa sekeren ini bahkan setiap scene-nya aja ganti-ganti. Apa nggak pusing ya yang ngedit?” tutur Assa. 

Meskipun terjadi pro dan kontra pendapat warganet dalam kolom komentar platform Instagram dan X, sudah sepantasnya Warga Negara Indonesia (WNI) sangat bangga dengan pencapaian industri kreatif di Indonesia yang semakin maju. Film animasi Indonesia berjudul Jumbo karya Visinema Studios, membuktikan bahwa animasi buatan Indonesia tidak kalah keren dengan animasi yang berasal dari luar negeri, seperti Disney, Pixar, dan sebagainya.

Tidak bisa disangkal, bahwa perkembangan dunia digital semakin maju dan membawa pengaruh positif maupun negatif bagi anak-anak Indonesia. Beberapa mahasiswa Sastra Indonesia  juga berpesan kepada tim produksi film Jumbo dan berharap kehadiran film Jumbo menjadi batu pijakan untuk mengedukasi kepada seluruh anak-anak Indonesia. 

“Pesannya buat tim produksi film Jumbo, mungkin bisa memproduksi film untuk anak-anak Indonesia karena anak-anak sekarang kebanyakan liatnya TikTok, YouTube jadi pengaruhnya negatif banyak banget. Jadi, harapan aku bisa memproduksi film buat anak-anak yang sejenis film Jumbo biar anak-anak indonesia lebih ke-distract dan mengedukasi buat anak-anak, karena ngasih tau anak juga susah banget. Jadi siapa tau lewat film, anak jadi nonton trus tau oh aku harus ini, harus itu,” tutur Assa. 

Melalui kacamata mahasiswa USD, karya ini masih menyisakan celah narasi yang terkesan buru-buru dan minim eksplorasi tokoh. Namun di balik itu semua, film Jumbo membuktikan bahwa karya animasi Indonesia mampu bersaing secara kualitas visual dan penyajian narasi yang digambarkan dengan sangat detail sehingga layak untuk dibanggakan.

Editor: Fransiska Meiliana Martani

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *