Tag: fakultas sastra
-

Kelana Sang Musafir
Melangkah jauh, Membelah ombak kenanganPada bumantara nan sunyi, langkah berbalut piluRindu pada pulang, terbalut cerita, aksara menggores kalbuPerjalanan tak kunjung henti, terus bertamu. Langit malam menuntun langkahnya,Membuka ruang angan-anganHati menggores kenangan, rangkaian kisah tak terulangSang musafir terus berjalan. Hari ke hari menyambut rindu,Angin Malam… Menyentuh kalbu dengan sejuta kenanganMengingat memori dalam angan-anganMasa-masa tempo dulu yang…
-

Rekomendasi Tempat Wisata di Kota Solo
Halo, Sobat! Buat kalian, para mahasiswa, yang bingung liburan kuliah mau kemana, aku punya beberapa rekomendasi tempat wisata yang sangat menarik dan harus kalian kunjungi apabila memilih kota Solo sebagai destinasi liburan. Pilihan pertama yang harus kalian kunjungi adalah Pasar Gede. Lokasi strategis Pasar Gede Solo berada di pusat kota, tepatnya di Jalan Urip Sumoharjo,…
-

Pilu dan Kenangan
Karya: Sintikhe Apresya Mutiarani Luka dalam ditorehkannya di hatikuPilu membiruKenangan tentangnya menyiksakuKacau ditinggalkan untukku Seperti ditikam pisauTak mampu aku menahannyaTetes air membasahi pipikuTak bisa ku cegah Lamanku memuat unggahan tentangnyaSuaranya yang menjadi harsa bagikuMenimbulkan luka terbesar untukkuTak kuasa aku menahan tangisku Seharusnya tawa membawa bahagiaYa, seharusnyaTapi mengapa?Tawanya membuatku merana SungguhAku tak lagi mampuSewindu sudahDia meninggalkanku…
-

Gerimis Kecil di Kota Tua
Saat semburat merah jingga nan elok.Saat gumpalan kapas gelap bersanding bersama cakrawala.Tetes kehidupan jatuh serentakmembelai jalan-jalan tua yang sepi, Awan berdansa dalam harmoniPerak-perak jatuh dari langit biru gelap.Garis-garis halus memeluk bumi,Menciptakan tarian air yang lembut. dalam alunan melodi rintik’kan mukuberikan tetesan kerinduan akan hal yang telah berlalu,berderu angin, meniupkan getaran lembut yang kian membuai jiwaterasa…
-

Mentari di Oesapa
Nak.. AnakkuDiiringi hembus napas bumiMentari telah menjelma menjadi sanubariMelirik sambil menggelitikLalu terjun dalam carik ibu geni Bawa lari diatas pasir pantaiBerderu bersama para siput kecilBayangmu kini dipeluk oleh anginBerubah menjadi pekat yang titis Gerak dalam jiwa kian terlepasDibawa terbang oleh deru napasMembuat manusia lembabBerpelukkan mencari hangat Lega, IbuSemua begitu tenangIndahnya berbalap dengan cerahBagai kisah hyang…
-

Kota dan Tuan Istimewa
Aku mengagumi tiap sudut kota inikota istimewa, kota romantis, katanyapujian, rayuan, menggema pada ruang-ruangselalu ku cari jejak kedatangan, pun kepulangan Melankolis mu,sungguh memikatkucaramu berpikir, caramu bertuturcaramu menggores tinta pada tiap aksaracaramu menjelajah jalanan kotacaramu, caramu, dan caramubisakah kau mengajariku? Aku tak pandai berpuisi cintatak seperti Sapardi yang romantis puisinyatak seperti engkau yang magis merangkai kataku…
-

Seperti Tak Berarti
Tiada alunan yang menemaniTiada satu seorangpun disiniHening raga, nyawa, dan segala tenagaTak dapat untuk memahami diri sendiri Sejuta harapan dalam anganTerukir tanpa menjadi kenyataanYang terselip dalam ruang kosongBertaburkan lara yang tak diketahui kapan selesainya Membiarkan semuanya begitu sajaBertahan mempertahankan kebahagiaanPergi meninggalkan rasa kecewaTerbagi sedih juga bahagia Sumber ilustrasi: Pinterest
-

Malam Berkabut
Malam datang dan angin menusuk jiwakuMenggoyangkan ranting-ranting pohon yang layuSepi sunyi yang mencekik mulai berbisikBahwa kabut gelap mulai menepik Kaki kecilku mulai melangkahMenyusuri Jalan tanpa arahMelihat bayang samar dirinyaYang hilang di balik kabut yang meraja Oh… tubuhku terasa kakuKaku dalam keterasingan ituAku berharap dia menjemputkuPergi dari kabut malam yang pilu Sumber ilustrasi: Pinterest
-

GAMELAN
Karya : Aurelia Keyodia Minangkani.R.P.Sastra Indonesia 2024 Gong agung bergaung memenuhi ruanganLembut gender menyapa, menembus jiwaNing nong ning gung irama menyatuHatiku larut dalam suasana sendu Ibarat mesin waktu, tabuh gamelanMembawa ku pada masa lalu yang indahSejak zaman nenek moyang gamelan berdentumMenyertai suka dan duka diiringi alunan lagu Warisan leluhur bagai harta yang tak ternilaiJangan biarkan…
-

Bisikan Rindu
Saat mentari mulai tenggelam,Langit merona dalam warna senja,Kerinduan tumbuh dalam diam,Menyapa bayangmu di ujung masa. Angin malam membawa kisah,Tentang kenangan yang kita lalui,Meski jarak terbentang luas,Hati tetap menyatu tanpa henti. Di bawah bintang yang bersinar,Kuucap doa dalam kesunyian,Semoga rindu ini tak sekadar,Tertahan waktu tanpa kepastian.
Terbaru

Ikuti Kami
Kategori
Berita Buku Cuat-Cuit Feature Film Fotografi Grafis Infografik Karya Liputan Literatur Loka Merindink Opini Persona Publisistik Redaksiana Resensi Seka Teater
Tags
AKSARA 2024 BEM USD Bengkel Jurnalistik Bengkel Sastra berita Cerita Pendek Cerpen cuat-cuit fakultas sastra fakultas sastra USD Film Fotografi horor infografik Karya karya mahasiswa liputan literatur mahasiswasanatadharma Mahasiswa Sanata Dharma merindink novel opini opini mahasiswa Puisi rekomendasi resensi sanata dharma Sasindo sastra Sastra Indonesia SastraIndonesia sastra inggris Sastra Spotlight seka Semesta dalam Kacamata Sastra seminar seram SMA Seminari Menengah St. Petrus Canisius Mertoyudan Magelang syukuran wisuda teater TSD universitas sanata dharma universitassanatadharma usd
Tentang KataKarsa

KataKarsa
KataKarsa adalah portal berita yang dikelola oleh UKPS Bengkel Jurnalistik, Program Studi Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Sanata Dharma Yogyakarta.

Cari
Jangan Lewatkan!











