Yogyakarta, 21 Maret 2025 Unit Kegiatan Program Studi (UKPS) Bengkel Sastra menggelar pementasan puisi bertajuk “Mantra Malam-Malam” di Ground Gedung Fakultas Sastra Universitas Sanata Dharma, sebagai bentuk apresiasi terhadap karya sastra dalam rangka memperingati hari puisi Indonesia.
Tema “Mantra Malam-Malam” menjadi salah satu tema besar yang diambil karena menyuarakan isu politik melalui karya sastra dalam acara Mantra Malam-Malam hari ini, menampilkan pembacaan puisi, musikalisasi puisi, dan dramatic reading. Acara ini dimulai pukul 19.26 WIB, dibuka oleh Prancis sebagai MC dan dilanjutkan dengan sambutan oleh Pak Yapi.
“Malam ini saya senang sekali, ini adalah kali pertama saya hadir pada acara Mantra Malam-Malam yang keempat. Saya sebagai dekan merasa senang dan antusias, banyak mahasiswa yang berteriak di luar sana dan menyuarakan demokrasi. Saya ingin merevisi bahwa acara ini bukan diselenggarakan di Ground Gedung Fakultas Sanata Dharma. Namun, digelar di panggung sastra sebagai sarana untuk mengekspresikan suara melalui karya sastra,” tutur Pak Yapi
Setelah memberikan sambutan, beliau membacakan puisi yang bertajuk “Tarian Bersua”. Puisi ini menceritakan RUU TNI yang saat ini menjadi permasalahan besar di Indonesia.
Baja Juga : Merindu Bersama dalam Sastra Spotlight Vol.4
Tidak hanya pembacaan puisi oleh Pak Yapi, tetapi acara ini juga dimeriahkan oleh penampilan spesial dari beberapa dosen prodi dan mahasiswa, seperti Bu Peni, Bu Sinta, Bu Linda, Hera, Tino, mahasiswa luar negeri yang berasal dari Vietnam dan Tiongkok, serta masih banyak lagi.
Suasana dalam acara Mantra Malam-Malam ini syahdu, juga sangat berkesan dan mengundang rasa antusiasme bagi para penonton yang menyaksikan di Selasar Ground Gedung Sastra. Acara ini berakhir pukul 21.12 WIB dengan ditutup oleh penampilan manis dari band UKPS Bengkel Sastra.
“Penampilan puisi, musikalisasi, dan dramatical reading kali ini sangat menyenangkan dan seru. Ini adalah kali pertama saya menyaksikan pementasan puisi karena di Korea tidak ada acara seperti ini,” tutur Sanggi, mahasiswa Sastra Indonesia angkatan 2024.
“Seluruh penampilan dari Mantra Malam-Malam hari ini sangat berkesan dan menyentuh perasaan emosional. Semoga Prodi Sastra Indonesia sukses selalu,” tutur Widuri, mahasiswa program Darmasiswa asal Vietnam.
Editor : Olivya Permata Agustina
