Notice: Fungsi _load_textdomain_just_in_time ditulis secara tidak benar. Pemuatan terjemahan untuk domain rishi dipicu terlalu dini. Ini biasanya merupakan indikator bahwa ada beberapa kode di plugin atau tema yang dieksekusi terlalu dini. Terjemahan harus dimuat pada tindakan init atau setelahnya. Silakan lihat Debugging di WordPress untuk informasi lebih lanjut. (Pesan ini ditambahkan pada versi 6.7.0.) in /home/katakars/public_html/wp-includes/functions.php on line 6131
Ketukan di Pondok KKN - KataKarsa

Ketukan di Pondok KKN

Sore itu, giliranku dan seorang teman untuk piket memasak di pondokan Kuliah Kerja Nyata (KKN), tempat kami tinggal. Kami sengaja menyuruh teman-teman yang lain untuk mandi terlebih dulu agar kami tidak perlu antre panjang dan terhindar dari waktu yang terlalu malam. Sebenarnya, kami berdua sudah berencana mandi sore karena kami sama-sama tahu posisi kamar mandi berada di luar ruangan, menghadap langsung ke arah hutan yang gelap. Rasa takut itu sudah terbayang sejak awal.

Namun, karena terlalu asyik memasak, waktu berjalan lebih cepat dari perkiraan kami. Ketika masakan selesai, hari sudah menjelang malam, sekitar pukul tujuh. Setelah makan bersama dan duduk sebentar menenangkan perut, teman laki-laki kami yang bernama Adi mengingatkan agar kami segera mandi sebelum semakin larut malam. Aku dan temanku saling pandang, rasa enggan dan takut itu semakin nyata. Walaupun kami mencoba menguatkan diri, kata-kata iseng Adi yang berujar, “Eh hati-hati,” membuat nyali kami langsung ciut.

Akhirnya, karena ketakutan, kami terpaksa memanggil Adi untuk menemani. Kami memintanya duduk di dekat kamar mandi, menyalakan musik atau scroll TikTok dengan suara keras agar suasana terasa ramai dan tidak senyap. Walaupun awalnya berencana mandi sendiri-sendiri, rasa takut memaksa kami untuk mandi berdua dalam satu kamar mandi. Di dalam, kami tertawa-tawa karena malu dan canggung, ini adalah pengalaman pertama mandi berdua. Bahkan, jatuhnya pasta gigi saja sudah cukup membuat kami berteriak saking tegangnya.

Setelah selesai, kami berdua keluar dari kamar mandi sambil berlari kecil. Kami terkejut mendapati Adi sudah tidak ada di tempatnya. Ia sudah bergabung dengan teman-teman lain, menjauh dari posisi kamar mandi yang memang terletak di samping rumah dan menghadap ke hutan. Adi menjelaskan bahwa ia mengira kami sudah tidak takut lagi karena mendengar kami tertawa-tawa.

Kami pun masuk ke kamar untuk mengeringkan rambut dan memakai losion. Saat sedang memakai losion di kasur, tiba-tiba terdengar suara ketukan, bukan ketukan pintu, melainkan seperti dorongan lembut pada tembok. Awalnya, aku mengira suara itu berasal dari ruang tengah dan menyangka Adi sedang iseng lagi, karena dia memang orangnya suka menakut-nakuti. Aku sempat meneriakinya agar berhenti mengganggu, tetapi tidak ada sahutan.

Baca Juga : Suara Misteri

Kami melanjutkan kegiatan, tetapi tak lama kemudian, suara itu kembali muncul, kali ini mengenai pintu. Barulah kami tersadar bahwa suara itu berasal dari tembok samping kamar. Tembok samping itu adalah dinding yang persis berhadapan dengan area kosong dan pohon-pohon di tepi hutan. Kami mencoba menertawakan suara itu sebagai mekanisme pertahanan diri, tertawa sambil mata membesar penuh ketakutan, bertanya-tanya apa yang sebenarnya sedang terjadi.

Saat tawa kami mereda, ketukan itu datang lagi, kali ini jauh lebih keras. Kami terkejut, panik, dan langsung berlari keluar kamar. Teman-teman yang lain keheranan melihat kami berdua. Kejadian ini terasa begitu mencekam karena ini adalah pengalaman pertama kami diganggu secara langsung, bukan hanya berdasarkan cerita orang lain. Kami menceritakan bagaimana suara itu mengetuk pintu tiga kali di sisi samping kamar yang kosong dan menghadap hutan. Setelah bercerita, kami memutuskan untuk tetap berada di luar bersama teman-teman, dan baru berani masuk kamar untuk tidur setelah semua teman lain juga masuk. Kejadian itu menjadi pengalaman menakutkan yang kami ingat betul.

Editor : Olivya Permata Agustina

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *