Program Studi Sastra Inggris Universitas Sanata Dharma kembali memukau publik lewat festival tahunan ELITE (English Letters: Interactive, Tacit, Enticing) 2025 yang digelar pada Sabtu (8/11), di Kampus III, Universitas Sanata Dharma.
Open gate dimulai pada pukul 12.00 WIB. Acara dilanjutkan dengan berbagai kegiatan seperti Solo Singing Competition, K-Pop Dance Competition, Special Performance: Lecture, dan Literature in Rhythm Organization (LITRO). Para kontestan menampilkan bakat mereka dengan penuh percaya diri.
Puncak acara dimulai pada pukul 19.00 WIB dengan Penampilan Spesial: El Music Organization (ELMO), hingga Awarding Night. Tidak hanya penampilan dari mahasiswa, ELITE 2025 juga menghadirkan bintang tamu seperti Liburan Di Rumah (LDR), Korek Kayu, dan AATPSC (Auretté and The Polska Seeking Carnival) yang sukses menghidupkan suasana malam.
Selain penampilan dari para kontestan dan bintang tamu, pengunjung juga dapat menikmati berbagai tenats game, serta stand makanan dan minuman yang tersedia di area acara.
Tahun ini, ELITE mengadakan dua workshop, yaitu “Puffity Puff”, di mana audience dapat berkreasi membuat pita dengan teknik rajut (crochet technique) dan “Super Matchy”, audience bisa mendapat merchandise limited edition ELITE 2025 hasil kolaborasi dengan band yang tampil.

Keberagaman acara ini menunjukkan komitmen ELITE, tidak hanya menjadi festival musik dan kompetisi, tetapi juga ruang berekspresi dan berkreasi bagi seluruh komunitas Sastra Inggris dan masyarakat umum.
Ketua ELITE 2025, Andreas Bobola, menjelaskan makna di balik tema tahun ini, “Tema dari ELITE 2025, tahun ini, adalah ‘Cosmic Carousel’. Jadi, kita mengambil dari nuansa cosmic yang menciptakan nuansa-nuansa yang memang kayak out of this board gitu, dan juga carousel yang kesannya itu kayak tema-tema yang khusus untuk carnival-carvinal seperti itu. Maka dari itu, kita ada semacam booth-booth atau tenant yang untuk permainan, seperti itu.”
Sementara itu, Ibu Eva, selaku pembimbing acara ELITE 2025 menambahkan, “Acara ELITE ini dibuat sebagai sarana promosi Prodi Sastra Inggris, lewat competition dan juga night festival. Utamanya kepada siswa-siswi SMA dan juga untuk umum. Tetapi juga secara bersamaan, supaya bisa dinikmati mahasiswa Sastra Inggris itu sendiri. Jadi tujuannya memang, yang pertama dalam promosi, kedua mengenalkan Sastra Inggris secara lebih dekat masyarakat umum wilayah Jogja khususnya, dan sebagai ajang teman-teman mahasiswa bisa selebrasi menikmati kehidupan non akademis, begitu,” tuturnya.
Baca juga: Malam Puncak Dies Natalis UKM Pengabdian Masyarakat ke-25: Semarak Dedikasi, Inspirasi, dan Harmoni
“Acara ELITE sudah sesuai dengan ekspektasi, pastinya mungkin belum 100% karena faktor cuaca, tapi kalau dari segi persiapan sudah sangat maksimal dari penampilan mahasiswa, panitia, karena sudah diplankan jauh-jauh hari. Kemudian, untuk venue, sebenernya ekspektasi kami ada di Mrican, tetapi memang harus ada di Paingan karena ada festival yang penuh ya di sana. Venuenya dipakai, seperti itu,” ucap Ibu Eva.
“Acara ELITE sudah sangat bagus dan dilaksanakan setiap tahun, harapannya mungkin make sure bisa lebih terbuka oleh semua mahasiswa, bisa embrace semua mahasiswa Sasing, juga Fakultas Sastra pastinya, dan juga terbuka untuk umum. Pastinya ekspektasinya tahun depan bisa dinikmati lebih banyak lagi audience,” pungkasnya.
Redaktur: Wayan Dehabrita Devi
Editor: Sahira Diniy
