Cahaya Retak di Balik Kulit Nyonya

Nyonya berjalan seperti senja,tahu caranya meredup tanpa menghilang,yang menyimpan luka dalam lipatan napas,namun tetap melangkah,seolah dunia masih layak dipercaya. Tubuhnya ia rawat seperti taman,bukan untuk dipamerkan,bukan untuk dikunjungi,tapi karena ia hanya ingin pulang,dengan tenang ke dalamnya. Tak semua yang lembut berarti lemah,ada keteguhan dalam caranya diam,ada keberanian dalam caranya bertahan,meski banyak mata menilainya tanpa izin.…

Nyonya berjalan seperti senja,
tahu caranya meredup tanpa menghilang,
yang menyimpan luka dalam lipatan napas,
namun tetap melangkah,
seolah dunia masih layak dipercaya.

Tubuhnya ia rawat seperti taman,
bukan untuk dipamerkan,
bukan untuk dikunjungi,
tapi karena ia hanya ingin pulang,
dengan tenang ke dalamnya.

Tak semua yang lembut berarti lemah,
ada keteguhan dalam caranya diam,
ada keberanian dalam caranya bertahan,
meski banyak mata menilainya tanpa izin.

Nyonya belajar mencintai dirinya perlahan,
meski sering kali dunia menyuruhnya malu,
atas sesuatu yang tak pernah keliru.

Nyonya tahu tubuhnya bukan penjelasan,
bukan jawaban atas prasangka siapa pun.
Nyonya adalah ruang aman yang berhak dijaga,
tempat jiwanya bernapas dan bermimpi.

Meski Nyonya pernah terluka,
ia tak kehilangan cahaya,
hanya menyimpannya lebih dalam,
dari jeratan malam.

Thumbnail by Pinterest Dreamfaces Slu

Tentang Penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *