Judulnya Namamu

Sudut kota sudah biasa Tepian jalan raya ramai disesaki warga  Remang lampu kota penambah kesan romansa  Apa kau tidak mau merayakan cinta?

Sudut kota sudah biasa

Tepian jalan raya ramai disesaki warga 

Remang lampu kota penambah kesan romansa 

Apa kau tidak mau merayakan cinta?

Seperti obrolan kita yang acap kali di parkiran

Tempat kecil, terpencil, tapi tak kerdil

Di sana kau selalu tanyakan kabar

Di sana kau selalu tawarkan ruang

Ah, meski ku tahu bagimu itu hanya obrolan ringan-

tapi tidak dengan rasaku.

Bersamamu tempat sederhana itu menjadi istimewa 

Koyakkan hatiku jika kau ingin tahu

Lihatlah dalamnya, 

Lihatlah isi doanya,

Di situ,

Di persembunyian itu,

Di tempat kecil itu,

Kau lihat dengan mata hati,

Ada namamu yang ku panjatkan berkali-kali.

Tentang Penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *