Hari Akrab Sastra Indonesia (HAKSI) diadakan pada Minggu, 21 September 2025 di Gedung Sastra, Kampus I, Universitas Sanata Dharma. HAKSI merupakan program tahunan untuk menyambut mahasiswa baru di Program Studi Sastra Indonesia dengan memperkenalkan segala hal yang ada di Sastra Indonesia, termasuk Organisasi Kemahasiswaan (Ormawa) serta Unit Kegiatan Program Studi (UKPS).

HAKSI tahun ini mengusung tema “Sastra sebagai Cermin Pendidikan”. Tema ini menegaskan bahwa di tengah krisis pendidikan di Indonesia, sastra tetap hadir sebagai alat perlawanan dan refleksi. Sastra menjadi cermin yang menampilkan realitas pahit pendidikan Indonesia dan menjadi suara bagi mereka yang dibungkam, sekaligus mengajak masyarakat untuk tetap kritis dan berani bersuara melalui karya sastra.
Rangkaian HAKSI 2025 dimulai pada pukul 08.30, diawali dengan presensi dan pembagian snack pagi. Setelah mahasiswa baru duduk di depan panggung, pada pukul 09.00, kedua MC, Athaya dan Prancis mulai menyapa mahasiswa yang hadir. Doa pembuka dibawakan oleh Athaya dan dilanjutkan dengan menyanyikan lagu “Indonesia Raya” dan “Hymne Sanata Dharma”.
Tidak lupa, Kepala Program Studi (Kaprodi) Sastra Indonesia, Bapak Sony Christian Sudarsono S.S., M.A. memberikan sambutan kepada mahasiswa baru. Pak Sony menyampaikan bahwa, Inisiasi Sanata Dharma (INSADHA) menjadi penanda masuk sebagai mahasiswa Universitas Sanata Dharma, Jalinan Akrab Sastra (JAKSA) merupakan penanda resmi sebagai mahasiswa Fakultas Sastra, dan HAKSI merupakan penanda masuknya angkatan 2025 menjadi mahasiswa baru Program Studi Sastra Indonesia. Sambutan dilanjutkan juga dengan Ketua Panitia HAKSI, Eleonora Aurelia.

Rangkaian acara dilanjutkan dengan presentasi dari organisasi kemahasiswaan yang ada di Sastra Indonesia, yaitu Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS). HMPS Sastra Indonesia berperan sebagai jembatan antara Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) di tingkat universitas dan program studi. Nael dan Dika sebagai Ketua dan Wakil Ketua HMPS menjelaskan apa saja tugas masing-masing divisi yang ada di HMPS serta program kerja tahun ini.
Presentasi dilanjutkan dengan dua UKPS, Bengkel Jurnalistik dan Bengkel Sastra. Pemaparan masing-masing UKPS menjelaskan perbedaan kedua UKPS ini, bidang jurnalistik dan ekspresi sastra. Meskipun berbeda, keduanya tetap bertujuan untuk mengembangkan minat dan bakat mahasiswa Sastra Indonesia.
Mahasiswa baru kemudian diajak menuju taman Leter L di Gedung Sastra untuk melakukan games. Games dipandu oleh panitia Divisi Acara, dengan membagi mahasiswa baru menjadi tiga kelompok.
Setelah makan siang, dua perwakilan Bengkel Sastra menampilkan dramatic reading yang berjudul “Rick dari Corona” karya W.S. Rendra. Penampilan ini disambut meriah oleh mahasiswa baru maupun panitia.

Terdapat pula games Quizizz yang dilakukan peserta dengan memindai kode batang dari proyektor. Di penghujung acara, MC mengumumkan kedua peserta paling aktif yang akan terpilih sebagai “Raja” dan “Ratu”, ditutup dengan pembagian hadiah bagi kelompok-kelompok yang menang saat games.
Baca Juga: Judulnya Namamu
“Setahun terakhir, dengan adanya efisiensi anggaran yang membuat pendidikan Indonesia, yang sangat belum terpenuhi dengan baik, dan semakin terbelakang, ditambah pula tahun ini, maraknya pembungkaman suara lewat karya sastra dan lagu membuat kami tergerak memilih tema utama ini,” tutur Aurel, Ketua Panitia HAKSI 2025 saat perwakilan Redaktur Bengkel Jurnalistik meminta penjelasan mengenai tema HAKSI tahun 2025.
Agnes, mahasiswa baru yang terpilih sebagai “Ratu”, menanggapi, “Kesan aku untuk HAKSI, yang pertama itu seru banget, sih. Apalagi kakak-kakak panitianya yang bener-bener humble. Ini betul seperti yang disampaikan oleh Kaprodi, nggak ada senioritas di sini.”
“Sama seperti namanya, HAKSI ini, kan, Hari Akrab Sastra Indonesia, jadi kami dijelaskan lebih detail tentang Sastra Indonesia ini gimana aja, sih. Seru banget intinya,” tambahnya.
Editor: Helena Setiasari
