Entah Kapan Kusebut Itu Rumah: Pentas Besar Teater Seriboe Djendela 2026, Hadir Menjadi Kisah yang Relate Bagi Keluarga Menengah Masa Kini

Persembahan Pentas Besar oleh Teater Seriboe Djendela: Kapan Kusebut Rumah sukses digelar di  Auditorium Driyarkara Universitas Sanata Dharma pada 5 Juni 2026. Acara dimulai pada pukul 18.30 WIB dengan diawali sambutan dari produser, sutradara, dan dosen pendamping Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Teater Seriboe Djendela (TSD). Tidak hanya itu, Wakil Rektor III, Ibu  Dr. Titik Kristiyani,…

Persembahan Pentas Besar oleh Teater Seriboe Djendela: Kapan Kusebut Rumah sukses digelar di  Auditorium Driyarkara Universitas Sanata Dharma pada 5 Juni 2026.

Acara dimulai pada pukul 18.30 WIB dengan diawali sambutan dari produser, sutradara, dan dosen pendamping Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Teater Seriboe Djendela (TSD). Tidak hanya itu, Wakil Rektor III, Ibu  Dr. Titik Kristiyani, M.Psi. juga tampak hadir dan memberikan sambutan bagi para penonton yang telah hadir di Auditorium Driyarkara Universitas Sanata Dharma.

Pak Jeje, selaku pendamping UKM TSD USD, pada sambutannya di awal acara menyampaikan rasa kegembiraannya atas berlangsungnya Pentas Besar Teater: Entah Kapan Kusebut Itu Rumah sebagai persembahan yang dirasa akan relate bagi banyak mahasiswa, khususnya dari keluarga tingkat menengah yang saat ini rasanya, seperti tengah didesak dari ‘atas’ dan ‘bawah’ karena situasi negara yang semakin hari semakin mengkhawatirkan.

Teater Entah Kapan Kusebut Itu Rumah menceritakan kisah sebuah keluarga kelas menengah yang terdiri dari ayah, ibu, dan keempat putrinya. Semua dari mereka menjalani kehidupan dengan peran mereka masing-masing. Namun, dalam menjalani peran tersebut ternyata mereka tidak bisa selalu rukun sebagai sebuah keluarga. Tentunya perekonomian menjadi salah satu permasalahan yang seringkali membuat mereka terpecah. 

Pentas Besar TSD malam ini sukses mengguncang hati para penonton. Sesuai dugaan, kisah keluarga yang ditampilkan dalam pentas besar malam ini disambut baik oleh para penonton yang turut merasakan hal yang sama dalam kehidupan keluarga mereka masing-masing. Isak tangis yang semula ditahan langsung meluap saat masing-masing peran menyampaikan perasaan yang semula mereka pendam di atas panggung.

Baca juga: Normalisasi Lelah: Kenapa Kita Takut Istirahat?

“Luar biasa banget pokoknya karna kisahnya ternyata sangat dekat dengan kehidupan kita. Apalagi aku ngerasa relate banget gitu loh di bagian akhirnya,” ungkap Poppy, salah satu penonton.

Penampilan teater yang berhasil menggugah hati para penonton ini, tentunya, tidak lepas dari bantuan para kru yang juga turut membantu kesuksesan acara malam ini. Apalagi secara khusus, penampilan malam ini juga menjadi penampilan terakhir bagi para anggota TSD Angkatan 2023. Maka, setelah penampilan teater tersebut selesai, sebagai bentuk apresiasi terhadap anggota TSD Angkatan 2023 yang telah berproses bersama di UKM tersebut, mewakili UKM TSD, Pak Jeje memberikan apresiasi berupa sertifikat kepada mereka, sebagai tanda resmi karena sudah mengakhiri masa keaktifannya, sebagai bagian dari keluarga hangat TSD.

“Aku terharu banget, oh my God.. jadi abis ini aku ga teateran di Seriboe Djendela lagi,” ungkap Ajeng, pemeran tokoh Ibu yang juga menjadi anggota TSD Angkatan 2023.

“Tapi terima kasih kepada Teater Seriboe Djendela yang udah ngasi pesan dan kesan yang banyak buat aku,” lanjutnya.

Editor: Yemima

Thumbnail by Melia

Tentang Penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *