Program Studi Sastra Indonesia menggelar Pementasan Drama Ekspresi Sastra 2025. Acara ini diselenggarakan khususnya oleh angkatan 2023 untuk memenuhi tugas akhir semester, Senin (8/12).
Pementasan digelar di Auditorium Driyarkara, Kampus II Universitas Sanata Dharma. Jaga Daru, judul teater yang dipentaskan dengan durasi kurang lebih 90 menit. Tiket masuk disediakan secara gratis bagi siapa pun yang ingin menyaksikan.
Open gate dimulai sekitar pukul 16.30 WIB. Pementasan ini disutradarai oleh M. Ganda Wibawasakti atau yang kerap disapa WS dan dipandu oleh Dosen Pembimbing, Ibu Christina Astrilinda P., M.Pd.

Jaga Daru menceritakan persoalan politik ekonomi antara petani tembakau bernama Supad (diperankan oleh Tino) dan gubernur dari Partai Dokar, Bapak Morris (diperankan oleh Farrell). Cerita ini relate dengan kondisi para petani tembakau yang menginginkan kesejahteraan dari pemerintah. Namun, gagal karena hasil panen tembakau mereka dikorupsi oleh pabrik yang dikelola oleh pemerintah daerah. Pesan utama teater ini menyoroti ketidakadilan sosial dan pentingnya suara rakyat yang didengar.
Baca juga: Republik Dhemit Sukses Dipentaskan dalam Gelar Sastra PBSI 2025
Para aktor memerankan peran mereka dengan sangat baik, dari segala emosi yang dicurahkan melalui dialog-dialog yang kuat. Pementasan ini menyelipkan beberapa adegan komedi, yang memicu gelak tawa penonton.
“Menurut aku adegan yang paling menarik pada saat para aktor berlarian dan berteriak ketakutan karena tabung gasnya bocor,” tutur Anggri yang merupakan salah satu penonton.
Elemen lain yang ditonjolkan adalah kostum yang representatif, dengan latar belakang cerita dan musik latar yang memperkuat suasana setiap adegan.
Di balik itu semua, ada kegigihan para panitia dalam menyiapkan acara ini agar berjalan dengan baik. Salah satunya, panitia konsumsi. Mulai dari pembelian hingga penyiapan makanan dan minuman, setiap langkahnya penuh dedikasi agar semuanya nyaman.
Hal tersebut, tidak terlepas dari tantangan dalam mempersiapkannya.
“Kalau tantangan yang menurutku ribet pas nyiapin konsum itu, mengejar-ngejar waktu itu sih, buat nyiapin konsum bagiin ke panitianya,” pungkas Fina yang bertugas sebagai panitia konsumsi.
“Karena itu, tadi sih kendalanya pas bagian ngejar waktu konsum dateng. Konsum tuh dateng ga tepat waktu. Jadi harus bener-bener ngejar sama rundown-nya,” lanjutnya.
Editor: Olivya Permata Agustina.
Penulis: Wayan Dehabrita Devi.