Lentera dan Pendopo Tua

Sore itu ketika riuh menyapa telinga Ku terduduk di punggung sebuah pendopo tua

Sore itu ketika riuh menyapa telinga

Ku terduduk di punggung sebuah pendopo tua

Melihatmu berinteraksi dengannya

Kilatan cahaya lentera,

mengalir pada binar matanya

Mirip semacam tanda, yang tak jelas artinya

Kakiku sesekali bersua dengan kaki pendopo tua

Baca Juga: Tips Menyimpan Sayuran dan Buah agar Awet dan Segar di Kulkas

Bercerita walau hanya sekedar tamparan kecil

Mengayun-ayun hingga sandal beberapa kali terlepas

Irama nyamuk melengkapi riuh sore itu

Jika lentera itu bisa berbicara,

Ia akan menerangkan betapa kagumnya dia pada tiangnya

Sayangnya ini hanya sebuah ilusi optik — yang menyuruhku untuk peka

Tentang Penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *