Pada Senin, 20 Oktober 2025, Program Studi Sastra Indonesia Universitas Sanata Dharma (USD) menggelar lokakarya penulisan opini untuk media massa di Ruang Kadarman, Gedung Pusat Lt. 4, Kampus II USD. Petrus Seno Wibowo, Koordinator Departemen Esai dan Terminal Mojok.co adalah pembicara pada lokakarya kali ini. Acara ini dimoderatori oleh Ivo Trias Julianno, Pemred Penerbit Semut Api.
Pembicara dan moderator adalah alumni dari Program Studi Sastra Indonesia USD.

Lokakarya dimulai pada pukul 12.00 dengan diawali makan siang bagi para peserta. Pada pukul 13.10, acara dibuka dengan sambutan oleh Kepala Program Studi, Bapak Sony Christian Sudarsono.
Mas Seno membuka sesi dengan materi berjudul “Kelas Menulis Serius” yang dibagi menjadi tiga bagian, yaitu mengenali dapur media, mengidentifikasi bentuk tulisan, dan menyusun kerangka.

Pada bagian pertama, Mas Seno menjelaskan pentingnya bagi penulis untuk memahami karakter setiap media. Ia mencontohkan Mojok.co yang memiliki identitas berbeda dari media digital lain di Indonesia. Dengan tagline “Suara Orang Biasa”, Mojok.co dikenal karena gaya tulisannya yang unik, ringan, dan dekat dengan pembaca.
Bagian kedua membahas pentingnya penggunaan kalimat pendek dalam tulisan. Menurut Mas Seno, kalimat pendek lebih mudah dipahami, memiliki struktur yang ringkas, dan membantu menjaga fokus pembaca.

Pada bagian ketiga, peserta diajak untuk berlatih menyusun kerangka tulisan. Mas Seno menekankan bahwa kerangka berfungsi menata alur pikir penulis agar tulisan lebih terarah. Sebelum peserta memulai latihan, ia terlebih dahulu memberikan contoh kerangka tulisan yang baik dan terstruktur.
Baca Juga: Kilau “Pasar Pahing”:Ketika Isu 2010 Dihidupkan Kembali oleh UKPS Bengkel Sastra
Setelah itu, peserta lokakarya diminta untuk membuat tiga kerangka tulisan dari tiga topik yang berbeda.

Kerangka ini nantinya akan dikembangkan menjadi sebuah tulisan lengkap dan akan dikumpulkan kepada Mas Seno sendiri.
“Saya berharap mahasiswa aktif, atau alumni, itu aktif juga menulis dan dikirimkan ke media, karena menurut saya orang yang kuliah di Sastra Indonesia Sanata Dharma, itu lebih punya passion atau ilmu untuk menulis. Jadi, ya, eman-eman kalau ilmunya tidak dipakai dan dimaksimalkan,” ucap Mas Seno yang merupakan alumni Sastra Indonesia tahun 2005.
“Jujur, wawasan aku belum terlalu banyak, ya, soal jurnalistik dan cara menulis segala macem. Jadi selama narasumbernya itu menjelaskan udah bisa mendapatkan ilmu yang bermanfaat banget karena dijelaskan bagaimana cara menulis kerangkanya, cara menulis judulnya seperti apa agar menarik dibaca. Semoga kita bisa menyelesaikan tugasnya dengan baik dan benar dengan mengikuti manfaat yang dapat kita ambil hari ini,” tutur Rai, mahasiswa Sastra Indonesia angkatan 2023.
Editor : Helena Setiasari
