Saat semburat merah jingga nan elok.
Saat gumpalan kapas gelap bersanding bersama cakrawala.
Tetes kehidupan jatuh serentak
membelai jalan-jalan tua yang sepi,
Awan berdansa dalam harmoni
Perak-perak jatuh dari langit biru gelap.
Garis-garis halus memeluk bumi,
Menciptakan tarian air yang lembut.
dalam alunan melodi rintik’kan mu
kuberikan tetesan kerinduan akan hal yang telah berlalu,
berderu angin, meniupkan getaran lembut yang kian membuai jiwa
terasa belaianmu begitu kuat melulukan keheningan
begitu Indah pesonamu saat kau terjang dataran ini
tanpa mengharapkan seseorang memperhatikan keindahanmu,
kau tetap menaburkan kesejukanmu pada dunia
yang tiada perna Lelah menanti merdunya irama hentakan tarianmu
Samuel
