Mencari Arti “Rumah” Melalui Film Adaptasi Novel Home Sweet Loan

“Aku tuh cuman numpang ya, Bu, di sini?” Pertanyaan itu meluncur dari bibir Kaluna saat perasaannya kembali terabaikan di tempat yang kata kebanyakan orang adalah tempat terbaik untuk pulang, yaitu rumah.  Ia sering merasa asing di tempat yang seharusnya menjadi tempat paling aman.  Sebagai sandwich generation, Ia bukan hanya berjuang untuk dirinya sendiri, tetapi juga…

“Aku tuh cuman numpang ya, Bu, di sini?”

Pertanyaan itu meluncur dari bibir Kaluna saat perasaannya kembali terabaikan di tempat yang kata kebanyakan orang adalah tempat terbaik untuk pulang, yaitu rumah. 

Ia sering merasa asing di tempat yang seharusnya menjadi tempat paling aman. 

Sebagai sandwich generation, Ia bukan hanya berjuang untuk dirinya sendiri, tetapi juga menanggung biaya rumah, kebutuhan orang tua, hingga anggota keluarga dari kedua kakaknya. 

Kaluna, anak bungsu yang mimpinya sering kali harus dikalahkan oleh kenyataan hidup.

Sepotong Kisah yang Dipilih

Home Sweet Loan yang diadaptasi dari novel populer karya Almira Bastari yang diterbitkan Gramedia Pustaka Utama pada tahun 2022 yang lalu, memberikan perspektif yang menarik di layar lebar. 

Novel Home Sweet Loan diadaptasikan menjadi sebuah film dengan disutradarai Sabrina Rochelle Kalangie, bersama penulis skenario Widya Arifianti.

Namun, ada hal yang berbeda dari adaptasi film tersebut. Jika di dalam novel kita disuguhi dinamika penuh warna dari empat sekawan, yaitu Kaluna, Tanisha, Kamamiya, dan Danan. Di versi filmnya, fokus cerita dikerucutkan sepenuhnya pada perjalanan batin dan perjuangan Kaluna. 

Melalui film ini, kita diajak masuk ke dalam kepala Kaluna dan merasakan setiap tekanan dan ambisi yang dia rasakan sebagai anak bungsu yang menjadi sandwich generation. 

Film Home Sweet Loan tayang perdana di bioskop Indonesia pada 26 September 2024, lalu mulai ditayangkan di Netflix pada 30 Januari 2025. Film ini berhasil mendatangkan 1,7 juta penonton ke bioskop, serta berhasil memenangkan  2 piala di Festival Film Indonesia tahun 2025 yang lalu.

Baca Juga: https://katakarsa.com/past-lives-ketika-cinta-bukan-soal-memiliki-melainkan-mengenang/

Rumah Sebagai Tempat Berteduh?

Film ini mengajak kita memaknai kembali arti “rumah”. 

Apakah ia sekadar bangunan fisik dengan sertifikat hak milik, ataukah tempat di mana jiwa bisa benar-benar beristirahat? 

Dalam film tersebut, Kaluna sangat mendambakan sebuah rumah yang tenang, di mana ia tidak lagi harus merasa seperti “numpang” atau menjadi mesin pemenuh kebutuhan orang lain. 

Dan hal itu jugalah sebenarnya, yang diinginkan oleh banyak anak muda saat ini. Alasannya sederhana, karena banyak dari mereka yang menjadi sandwich generation dan terpaksa harus menjadi pilar bagi keluarga besar, sehingga keinginan untuk memiliki rumah sendiri bukan lagi soal gaya hidup, melainkan kebutuhan untuk menjaga kewarasan. 

Akhir Perjalanan Mencari “Rumah”

Pada akhirnya, Home Sweet Loan bukanlah film yang hanya bicara soal usaha dalam membeli rumah impian, tetapi film ini adalah kisah tentang perjalanan panjang seorang manusia, yaitu Kaluna dalam mencari arti sebenarnya dari “Rumah”.

Film ini seolah hadir sebagai pelukan hangat bagi siapa pun yang sedang berjuang di luar sana, terutama para sandwich generation. 

Home Sweet Loan bukanlah sekadar cerita tentang perjuangan finansial yang melelahkan semata, tetapi adalah sebuah cerita tentang mencari arti ‘rumah’ yang sesungguhnya. 

Lewat perjalanan Kaluna, kita diingatkan bahwa memiliki rumah bukan hanya perkara memiliki bangunan fisik, melainkan tentang menemukan tempat di mana jiwa akhirnya merasa aman untuk beristirahat. 

Bagi mereka yang saat ini masih berjuang di tengah tuntutan hidup yang tak kunjung reda, kisah ini hadir sebagai pengingat, bahwa di luar segala kewajiban yang kita pikul, setiap dari kita tetap layak memiliki satu sudut dunia untuk diri sendiri. 

Semoga suatu hari nanti, kita semua berhak sampai di tempat yang benar-benar bisa kita sebut sebagai rumah.

Editor: Sahira

Thumbnail: Google

Tentang Penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *