Sahabat, Rumah Tanpa Pintu

Kau datang dengan suasana bahagia Membawakan hangat tanpa diminta

Kau datang dengan suasana bahagia

Membawakan hangat tanpa diminta

Kita tertawa pada hal-hal kecil yang tak berarti

Namun justru disitulah persahabatan berakar

Kita saling menyimpan rahasia seperti buku harian

Tanpa takut dihakimi atau dilupakan

Jika dunia terasa sempit, kau menjadi jalannya

Jika hati terasa berat, kau menjadi bahunya

Waktu boleh memisahkan, tapi tidak ikatan

Persahabatan kita tumbuh seperti pohon tua

Akar-akarnya mencengkeram kuat di tanah kenangan

Dan aku selalu tahu, bersamamu aku pulang

Tentang Penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *