Di balik meja pesta mereka penuh haru,
air mengalir, gelas tak pernah kering,
sementara di luar retak penuh pilu,
anak-anak tidur, menahan perut yang bising.
Janji manis bertebaran di udara,
Sawah retak menjerit tanpa suara,
Mereka menanam, tapi tak pernah berkuasa,
karena hasilnya direnggut tangan negara.
Kini sungai emas mengalir ke penguasa,
mereka menuai janji yang hampa,
tapi ladang rakyat kering tanpa arah,
dan tubuh kurus rebah di tanah.
Thumbnail by Pinterest Friyadi
