Alarm yang paling kubenci
adalah suara Ayahku.
Memanggil dari depan pintu:
pelan, tapi tak bisa kutawar.
Setiap pagi aku kembali tidur,
namun suara merdunya selalu menggangguku
“Bangun, kuliah!” frasa yang menarikku bangun
tanpa sempat membantah.
Suara itu sederhana saja,
seperti pagi yang datang tanpa janji apapun.
Dan entah sejak kapan,
aku mulai takut membayangkan pagi-pagi nanti,
ketika suara itu berhenti.
Mungkin kelak yang paling ku rindu,
adalah alarm yang dulu paling tak ingin kudengar.
