Untuk Malaikat Cantikku
Nyanyian malam selalu kudengar, menuntun mataku terlelap.
Aku seperti terbang pelan,
dalam kedua tanganmu yang menopang tanpa lelah.
rishi dipicu terlalu dini. Ini biasanya merupakan indikator bahwa ada beberapa kode di plugin atau tema yang dieksekusi terlalu dini. Terjemahan harus dimuat pada tindakan init atau setelahnya. Silakan lihat Debugging di WordPress untuk informasi lebih lanjut. (Pesan ini ditambahkan pada versi 6.7.0.) in /home/katakars/public_html/wp-includes/functions.php on line 6131
Nyanyian malam selalu kudengar, menuntun mataku terlelap.
Aku seperti terbang pelan,
dalam kedua tanganmu yang menopang tanpa lelah.
Di balik meja pesta mereka penuh haru,
air mengalir, gelas tak pernah kering,
sementara di luar retak penuh pilu,
anak-anak tidur, menahan perut yang bising.
Aku menyimpan kegelisahan
yang tak pernah berani kuucap lantang.
Tentang cinta yang mungkin layu,
tentang raga yang mungkin lelah,
Detik ini ingin kutitipkan rindu pada semesta biru
Agar ombak membawamu kembali padaku
Ketika netra beradu pandang dengan tidak sengaja
Sore itu ketika riuh menyapa telinga
Ku terduduk di punggung sebuah pendopo tua
Tiga puluh tiga langkahku begitu pilu. Untuk menjengukmu yang selalu meragu. Langkah yang pelan, langkah yang pura-pura tegar, langkah yang […]