Sungguh untung angin sore itu
Bisa menghelai rambutnya yang panjang
Sungguh untung hujan malam itu
Jadi saksi harmoni tawa jenakanya
Mentari menyinarinya tanpa keluh
Seolah tercipta hanya untuk Si Gadis
Bunga mekar demi melihat senyumnya
Langit menjadi cerah saat Ia sedih
Segala bisik harapan akan terkabul
Karena semesta adalah rumahnya
Bumi ini milik Si Gadis
Dia bukan dewi, dia bukan ratu
Dia tak pernah kepanasan
Dia tak pernah kedinginan
Dia mencintai semesta
Dan semesta mencintainya balik
